Jambi, Porosjambimedia.com – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi tumpuan utama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengakses pembiayaan perbankan. Memasuki tahun 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipastikan tetap menyiapkan skema KUR BRI 2026 dengan bunga rendah, tenor fleksibel, dan proses pengajuan yang semakin mudah.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI konsisten memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha rakyat. Skema KUR 2026 diproyeksikan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi plafon pinjaman, suku bunga, maupun jangka waktu cicilan.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia. Kondisi ini menegaskan bahwa keberlanjutan UMKM menjadi kunci penguatan ekonomi nasional, dan KUR menjadi instrumen strategis dalam mendukung hal tersebut.
Skema KUR BRI yang Diproyeksikan Berlaku Tahun 2026
Mengacu pada kebijakan sebelumnya, terdapat tiga jenis KUR BRI yang diperkirakan tetap tersedia pada 2026, yaitu:
1. KUR Super Mikro Diperuntukkan bagi pelaku usaha pemula dengan plafon pinjaman hingga Rp10 juta. Skema ini dirancang untuk membantu usaha rintisan agar dapat berkembang secara bertahap.
2. KUR Mikro BRI Memiliki plafon pinjaman hingga Rp100 juta, ditujukan bagi pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan dan memiliki aktivitas usaha yang stabil.
3. KUR Kecil BRI Menyasar UMKM yang ingin naik kelas dengan plafon pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta, baik untuk modal kerja maupun investasi pengembangan usaha.
Perkiraan Simulasi Angsuran KUR BRI 2026
Berdasarkan pola cicilan tahun sebelumnya, berikut gambaran estimasi angsuran KUR BRI:
- Pinjaman Rp10 juta: sekitar Rp860 ribu per bulan (tenor 12 bulan)
- Pinjaman Rp50 juta: sekitar Rp1,52 juta per bulan (tenor 36 bulan)
- Pinjaman Rp100 juta: sekitar Rp3,04 juta per bulan (tenor 36 bulan)
- Pinjaman Rp500 juta: sekitar Rp15,21 juta per bulan (tenor 36 bulan)
Tenor pinjaman umumnya tersedia mulai dari 12 hingga 60 bulan, sehingga debitur dapat menyesuaikan cicilan dengan kemampuan dan arus kas usaha.
Syarat Pengajuan KUR BRI 2026
Calon debitur KUR BRI wajib memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki usaha produktif dan layak minimal enam bulan
- Tidak sedang menerima kredit komersial dari bank lain
- Memiliki KTP, Kartu Keluarga, dan surat nikah (bagi yang sudah menikah)
- Memiliki NIB atau Surat Keterangan Usaha
- NPWP wajib bagi pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta
Proses pengajuan kini semakin cepat berkat digitalisasi layanan BRI, bahkan dalam kondisi tertentu dapat diselesaikan dalam waktu 2–3 hari kerja.
BRI Perkuat Peran sebagai Motor Pembiayaan UMKM
BRI terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan UMKM nasional. Setiap tahunnya, penyaluran KUR BRI mencapai ratusan triliun rupiah dan menjadi tulang punggung pembiayaan sektor riil di Indonesia.
Dengan kemudahan akses dan bunga yang terjangkau, KUR BRI 2026 diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Hst)















