Daun Pisang Indonesia Jadi Komoditas Bernilai Tinggi di Inggris, Harga Tembus Rp80 Ribu per Lembar

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.Com – Daun pisang yang selama ini menjadi bagian dari tradisi kuliner Indonesia, kini berubah menjadi komoditas bernilai tinggi di mancanegara. Tanaman yang mudah ditemukan di pasar tradisional ini justru diperlakukan sebagai barang premium di Amerikan Serikat dan Inggris.

Jika di Indonesia daun pisang dijual hanya beberapa ribu rupiah per lembar, di luar negeri harganya melambung tinggi. Di sejumlah toko bahan pangan Asia dan marketplace internasional, daun pisang dipasarkan dengan harga antara US$3,50 hingga US$5,00 per lembar — setara dengan Rp58.000 sampai Rp83.000 per lembar (kurs Rp16.680/US$).

Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya permintaan terhadap produk alami yang dapat menggantikan plastik sekali pakai.

Tren global yang mengarah pada gaya hidup ramah lingkungan membuat daun pisang banyak dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan pembungkus makanan tradisional, tetapi juga dekorasi restoran, ornamen acara bertema tropis, serta kemasan biodegradable pada event berkelanjutan di Eropa dan Amerika Utara.

Baca Juga :  Tragedi Maut di Andalusia spanyol: Tabrakan Kereta Cepat Tewaskan 39 Orang

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan Thailand masih memimpin pasar ekspor daun pisang dengan volume pengiriman mencapai 38.200 kilogram. Inggris dan Vietnam berada di posisi berikutnya, menandakan permintaan yang kuat terhadap produk tropis berkelanjutan.

Indonesia sebagai produsen pisang terbesar keempat di dunia sebenarnya memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar internasional ini. Namun agar daun pisang asal Indonesia mampu bersaing, diperlukan strategi branding yang tepat, standar mutu yang konsisten, serta sertifikasi keberlanjutan yang menjadi syarat utama di banyak negara maju.

Pemasaran daun pisang sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan dapat menjadi nilai jual utama. Praktik budidaya tanpa bahan kimia serta proses panen yang higienis akan meningkatkan daya tarik di mata konsumen global yang kini lebih selektif.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Bergerak Cepat, Wali Kota Alfin Audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI

Partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam pameran produk alami dan eco-lifestyle juga penting untuk membuka akses pasar baru. Kolaborasi antara UMKM, pemerintah, dan industri kreatif menjadi langkah strategis untuk mengangkat daun pisang Indonesia sebagai komoditas unggulan.

Dengan pengelolaan yang tepat, daun pisang tidak hanya menjadi bagian dari budaya Nusantara, tetapi juga berpotensi menjadi ikon ekspor baru yang menunjukkan bahwa produk sederhana dari alam Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB