Berikut 10 kebiasaan frugal living yang relevan diterapkan pada 2026

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Kenaikan biaya hidup yang terus terjadi, ditambah maraknya layanan digital berbasis langganan, membuat banyak orang mulai mengevaluasi kembali cara mereka mengelola uang. Di tahun 2026, frugal living kembali menjadi perhatian, namun dengan makna yang jauh berbeda dari sekadar penghematan ekstrem.

Frugal living kini dipahami sebagai gaya hidup sadar, terencana, dan berorientasi pada ketahanan finansial. Bukan tentang menahan diri secara berlebihan, melainkan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak agar hidup terasa lebih aman dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Berikut 10 kebiasaan frugal living yang relevan diterapkan pada 2026 dan dinilai mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap uang.

1. Kebiasaan pertama adalah membeli barang lebih sedikit, tetapi dengan kualitas yang lebih baik. Produk murah yang cepat rusak justru sering menimbulkan pengeluaran berulang. Di 2026, hidup hemat berarti memilih barang yang tahan lama, fungsional, dan benar-benar dibutuhkan.

2. Memasak di rumah juga tetap menjadi strategi penting, asalkan dilakukan secara sederhana dan realistis. Mengandalkan menu yang mudah dan bisa diulang membuat belanja lebih terkontrol, mengurangi limbah makanan, serta menekan kebiasaan memesan makanan secara impulsif. Memasak yang hemat adalah yang mendukung rutinitas, bukan menambah beban.

Baca Juga :  Jelang idul Fitri Harga Emas Naik, berikut nilainya

3. Langganan digital menjadi sumber kebocoran keuangan yang sering tidak disadari. Layanan streaming, aplikasi, hingga keanggotaan online perlu diperlakukan seperti tagihan bulanan yang wajib ditinjau. Kesadaran untuk menghentikan layanan yang jarang digunakan menjadi kebiasaan penting di 2026.

4. Merawat barang yang sudah dimiliki juga semakin relevan. Memperbaiki pakaian, membersihkan peralatan, dan menyimpan barang dengan benar dapat memperpanjang usia pakai. Di tengah budaya ganti cepat, memperbaiki justru menjadi keputusan finansial yang cerdas.

5. Kebiasaan frugal living lainnya adalah merencanakan pembelian dan menghindari sikap reaktif. Memberi jeda antara keinginan dan keputusan membeli sering kali membuat dorongan belanja mereda dengan sendirinya. Pada 2026, belanja sadar menjadi benteng utama dari penyesalan finansial.

6. Pola pikir “cukup” juga menjadi kunci. Banyak pengeluaran muncul karena dorongan untuk menyamai standar yang terlihat di media sosial. Padahal, fungsional dan layak sering kali sudah lebih dari cukup. Memilih kecukupan membantu menekan pengeluaran sekaligus menurunkan stres.

7. Meski transaksi semakin digital, kesadaran terhadap pengeluaran tetap harus dijaga. Rutin memantau saldo, mengecek riwayat transaksi, dan menetapkan batas belanja menjadi kebiasaan penting agar teknologi tetap menjadi alat bantu, bukan jebakan.

Baca Juga :  Sinergi BAZNAS dan Lapas Muara Sabak, Bedah Rumah Diserahkan untuk Warga Tanjabtim

8. Menunda kepuasan tanpa merasa kekurangan juga menjadi keterampilan finansial yang krusial. Frugal living bukan soal menolak selamanya, melainkan menunda hingga waktu yang lebih tepat. Ketika urgensi mereda, banyak keinginan kehilangan daya tariknya.

9. Gaya hidup yang lebih sederhana perlahan dipandang sebagai bentuk kemewahan baru. Lebih sedikit barang dan komitmen finansial menciptakan ruang bernapas yang tidak selalu bisa dibeli dengan uang. Menurunkan ekspektasi bukan berarti menurunkan kualitas hidup.

10. Pada akhirnya, frugal living paling efektif jika dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Mengelola uang dengan sadar berarti menghargai waktu, tenaga, dan usaha yang telah dicurahkan untuk mendapatkannya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan biaya hidup yang terus meningkat, frugal living pada 2026 hadir sebagai strategi perlindungan finansial. Tidak perlu menerapkan semuanya sekaligus. Memulai dari satu atau dua kebiasaan kecil sudah cukup untuk membangun ketenangan dan kejelasan keuangan dalam jangka panjang. (Ai)

Berita Terkait

Industri Hulu Migas Dorong Ekonomi Daerah, PetroChina Kontribusi Terbanyak Untuk Jambi
Ketegangan Global Dorong Lonjakan Harga Emas Dunia dan Domestik
Panduan Lengkap Mengaktifkan Dana Cicil di Aplikasi DANA, Ini Syarat dan Cara Mudahnya
Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp 183 Ribu per Gram Hari Ini
Gaya Hidup Frugal Living, Cara Cerdas Mengatur Keuangan agar Tidak Boncos
Mengenal Strategi Menabung 50-30-20, Cara Cerdas Atur Keuangan agar Tetap Stabil
Pantang Gengsi di Usia Muda, Pelajar Banyuwangi Rela Bangun Dini Hari Demi Jualan Risol
KUR BRI 2026 Siap Diluncurkan, UMKM Berpeluang Dapat Pembiayaan Murah hingga Rp500 Juta 
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB