Muara Sabak, Porosjambimedia.com – Program bedah rumah hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak resmi diserahkan kepada penerima manfaat. Kegiatan ini ditandai dengan serah terima kunci yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antar lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial berbasis zakat. Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kabid Pembinaan, Dimas Krisna, Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Timur Drs. H. Syarifudin, Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak Muhammad Askari Utomo, Kapolsek Geragai IPTU Agung Pribadi Bayu Sukma, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam laporannya, Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menyampaikan bahwa program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi pembinaan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Program ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mencerminkan semangat pembinaan yang berorientasi pada kemanfaatan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Tanjung Jabung Timur, Syarifudin, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Program bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata penyaluran zakat yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin kuat,” ungkapnya.
Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadirkan program sosial yang berdampak luas. Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS dan Lapas merupakan contoh nyata bahwa program pembinaan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan.
Acara ditutup dengan penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat, disaksikan oleh para tamu undangan dan masyarakat sekitar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menghadirkan program sosial yang berkelanjutan. (Hst)















