Jakarta, Porosjambimedia.com – Kisah inspiratif datang dari seorang pelajar asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk bekerja keras. Sosok bernama Muhammad Fico ini mendadak menjadi sorotan publik setelah kegigihannya berjualan risol di sekolah viral di media sosial.
Setiap hari, Fico harus bangun sekitar pukul 3 pagi untuk menyiapkan risol yang akan ia jual kepada teman-teman sekolahnya. Usahanya tidak main-main, karena dalam sehari ia mampu menjual lebih dari 150 risol, yang seluruhnya habis terjual.
Berawal dari Jajanan Sederhana
Keberanian Fico untuk berjualan di lingkungan sekolah tidak muncul begitu saja. Pada awalnya, ia mengaku sempat merasa malu dan ragu. Namun, perlahan ia menyadari bahwa rasa gengsi justru bisa menghambat masa depan.
Sebelum fokus menjual risol, Fico pernah mencoba berjualan es lilin, jajanan sederhana yang kerap dipandang sebelah mata. Dari pengalaman tersebut, mentalnya semakin terasah hingga akhirnya berani mengembangkan usaha makanan lain sambil membuat konten di media sosial.
Didikan Keluarga Pelaku UMKM
Semangat berwirausaha Fico tak lepas dari peran orang tuanya yang merupakan pelaku usaha mikro dan kuliner rumahan. Sejak kecil, ia terbiasa membantu proses memasak dan persiapan jualan, mulai dari donat hingga kue berlapis yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Keuntungan dari hasil jualannya turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, penghasilan Fico kini menjadi tambahan pemasukan yang cukup berarti bagi orang tuanya.
Rutinitas Berat Sejak Subuh
Dalam kesehariannya, Fico membagi waktu antara sekolah dan bisnis kecilnya. Sepulang sekolah, ia menyiapkan bahan risol untuk keesokan hari. Setelah beristirahat sebentar, ia kembali bangun dini hari untuk menggoreng risol satu per satu sebelum dibawa ke sekolah.
Meski melelahkan, semangat Fico tak surut. Ia mengaku kelelahan tersebut terbayar lunas saat melihat dagangannya selalu habis diborong teman-temannya.
Risol Laris, Dukungan Mengalir
Risol buatan Fico dijual dengan harga Rp 3.000 per buah, berisi smoked beef, telur, dan mayones. Rasanya yang gurih membuat jajanan ini digemari, bukan hanya oleh teman sekelas, tetapi juga siswa dari kelas lain hingga tetangga rumahnya.
Kisah Fico menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian, dan konsistensi bisa membuka jalan kesuksesan, bahkan sejak bangku sekolah. (Ai)















