Jakarta, Porosjambimedia.com – Bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menyebabkan ratusan rumah warga terendam hingga atap dan memaksa ribuan penduduk terdampak secara langsung.
Berdasarkan laporan sementara dari kepolisian daerah setempat, sedikitnya delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi mengalami dampak paling parah. Total terdapat 1.466 unit rumah yang terdampak dengan jumlah 1.615 kepala keluarga merasakan imbas dari peristiwa tersebut.
Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, menyampaikan bahwa sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan mulai dari kategori sedang hingga berat. Selain hunian, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, kantor pemerintahan, rumah ibadah, hingga pusat layanan kesehatan juga ikut terendam banjir.
Adapun desa-desa yang terdampak meliputi Mayanau, Tebing Tinggi, Simpang Bumbuan, Simpang Nadong, Sungsum, Juuh, Gunung Batu, dan Langkap. Banjir yang datang secara tiba-tiba menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh sementara waktu.
Saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait terus melakukan upaya penanganan pascabencana, termasuk membantu warga membersihkan rumah, mendata kerusakan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan masih relatif tinggi. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau situasi di lapangan guna mencegah dampak lanjutan dan memastikan keselamatan masyarakat. (Hst)















