Pemerintah Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Isi Rumah Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Pemerintah pusat menyiapkan skema bantuan menyeluruh bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Selain pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, setiap keluarga korban bencana juga akan menerima bantuan tunai khusus untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) yang diperuntukkan bagi pengadaan perlengkapan dasar rumah tangga, seperti peralatan dapur, meja, kursi, dan kebutuhan penunjang lainnya.

“Bantuan ini ditujukan untuk membantu korban mengisi rumah setelah menempati hunian sementara atau hunian tetap. Nilainya sebesar Rp3 juta per keluarga,” ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, besaran bantuan tersebut masih mengacu pada indeks bantuan tahun 2020 dan berpotensi disesuaikan sesuai kebijakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Bantuan Terpadu Pasca-Hunian

Gus Ipul menegaskan, bantuan dana isi rumah akan disalurkan setelah warga terdampak resmi menempati hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap). Saat ini, Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BNPB terkait penyediaan hunian tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tinjau Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Pastikan Pemulihan Korban Bencana Berjalan Cepat

“Begitu masyarakat menempati hunian, dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga akan segera diberikan,” tambahnya.

2.603 Hunian Tetap Dibangun Tanpa APBN

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun 2.603 unit hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Sumatera, yang mencakup Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Menariknya, pembangunan tersebut dilakukan tanpa menggunakan dana APBN.

“Pembangunan hunian tetap kita mulai bulan ini. Sumber pendanaan berasal dari dukungan pihak swasta dan donasi pribadi,” ujar Maruarar.

Dari total hunian tersebut, 2.500 unit didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit merupakan bantuan pribadi Maruarar Sirait.

Groundbreaking Dimulai Akhir Desember

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap awal akan dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Minggu, 21 Desember 2025.

Baca Juga :  Bukan Lagi Khayalan, Robot LG CLOiD Mampu Mengurus Rumah dari Dapur hingga Lemari

“Target awal pembangunan dimulai dengan 103 unit rumah. Untuk lokasi, masih kami pastikan lahan yang benar-benar siap dan bebas sengketa,” jelas Fitrah.

Lokasi pembangunan tahap awal direncanakan berada di wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, atau Tapanuli Tengah, sementara 2.500 unit rumah dari pihak swasta akan dialokasikan sebanyak 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumatera Utara, dan 600 unit di Sumatera Barat.

Pemerintah berharap bantuan hunian dan dukungan pemenuhan isi rumah ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana serta mendorong mereka kembali menjalani aktivitas secara normal. (Hst)

Editor : Hesty

Sumber Berita : detik.Com

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB