10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Harapan di tengah bencana kembali muncul setelah tim penyelamat Nepal menemukan seorang perempuan berusia 64 tahun dalam kondisi hidup, meski telah terjebak selama sekitar 10 hari di dalam rumah yang tertimbun lumpur dan material akibat banjir bandang.

Perempuan bernama Chandrika Shrestha itu ditemukan ketika personel Kepolisian Bersenjata Nepal melakukan pembersihan di kawasan permukiman yang terdampak parah di Distrik Nuwakot, Sabtu (5/9/2026).

Saat berhasil dievakuasi, tubuh Chandrika masih dipenuhi lumpur. Tim kemudian membawanya ke Kathmandu untuk mendapatkan penanganan medis.

Wakil Kepala Kepolisian Nepal, Iqbal Hawari, mengatakan korban ditemukan secara tidak sengaja ketika petugas tengah membersihkan material yang menutup kawasan tersebut.

“Tim polisi menemukannya saat mereka membersihkan area tersebut. Dia telah diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan,” kata Hawari seperti dilaporkan AFP, Sabtu (5/9/2026).

Video yang dirilis Kepolisian Bersenjata Nepal memperlihatkan kondisi rumah korban yang nyaris seluruhnya tertutup material lumpur. Bagian lantai bawah bangunan tampak terendam dan dipenuhi endapan tebal akibat bencana.

Baca Juga :  Terjadi ledakan di PT. cassia co-op  Kota sungai penuh,1 orang korban meninggal 

Bencana Dahsyat Melanda Perbatasan Nepal-China

Banjir bandang dan longsoran material dalam jumlah besar menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China pada 26 Agustus 2026. Bencana tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser dan material bebatuan di kawasan hulu Sungai Trishuli.

Gelombang air bercampur lumpur, batu, serta bongkahan es menerjang lembah dan permukiman dengan kekuatan besar. Kondisi tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung dalam situasi yang sangat sulit.

Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 1.344 orang meninggal dunia, sementara sekitar 5.000 lainnya masih dinyatakan hilang. Di wilayah China, media pemerintah melaporkan 31 korban meninggal dan 531 orang belum ditemukan.

Dengan demikian, total korban meninggal yang dilaporkan dari kedua negara mencapai 1.375 orang, sedangkan jumlah orang yang masih hilang telah melampaui 5.500 orang.

Dua Pekerja PLTA Juga Ditemukan Hidup

Sehari sebelumnya, Jumat (4/9), tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi dua pekerja yang terjebak selama sembilan hari di sebuah terowongan yang berkaitan dengan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Trishuli.

Baca Juga :  Karutan Sungai Penuh dan Ketua PIPAS Ikuti Bakti Sosial PIPAS Daerah Jambi

Keduanya merupakan pekerja proyek PLTA dan menjadi korban pertama yang berhasil diselamatkan dari kompleks proyek pembangkit listrik yang terdampak bencana.

Kantor Menteri Energi Nepal mengidentifikasi mereka sebagai Sanjay Sah, seorang mandor mekanik, dan Kabir Maharjan, pengawas mekanik.

Para pejabat memperkirakan ratusan orang sempat terjebak di sejumlah terowongan yang terhubung dengan proyek-proyek PLTA di sepanjang Sungai Trishuli setelah longsoran es, batu, dan lumpur menghantam kawasan tersebut.

Tim penyelamat hingga kini masih melanjutkan pencarian korban yang kemungkinan masih terjebak maupun hilang. Penemuan Chandrika setelah 10 hari menjadi secercah harapan bahwa korban lain masih berpeluang ditemukan dalam kondisi selamat.

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Meta PHK 8.000 Karyawan, Zuckerberg Janji Tak Ada PHK Massal Lagi Tahun Ini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB