Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Mata perih, dada sesak, dan jarak pandang yang makin pendek kini kembali menjadi rutinitas harian warga Kota Jambi. Bau sangit bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menusuk hingga ke dalam rumah. Pemerintah Provinsi Jambi bahkan terpaksa meliburkan aktivitas sekolah tatap muka demi melindungi anak-anak dari ancaman bahaya ISPA. Namun, di tengah kondisi udara yang kian mengkhawatirkan dan kabut asap yang makin tebal, sebuah narasi yang bertolak belakang justru meluncur dari Gubernur Jambi, Al Haris.

Dalam rakor virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Al Haris melaporkan bahwa titik api di Jambi sudah padam dan “tidak ada lagi titik api”. Laporan yang terkesan manis di atas kertas ini sontak memicu kritik keras masyarakat. Bagaimana mungkin seorang kepala daerah mengklaim tidak ada lagi titik api, sementara warganya sendiri tersiksa menelan asap setiap hari?

Menyoroti Paradoks Laporan “Bebas Api”

Sebagai mahasiswa yang mengamati dinamika politik lokal, pernyataan Gubernur yang mengklaim lapangan sudah terkendali dan hanya menyisakan “asap-asap kecil” terasa sangat tidak berempati dengan realita publik. Jika memang tidak ada lagi titik api aktif, dari mana asal gumpalan asap pekat yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya? Baik itu berasal dari kebakaran gambut dalam yang masih membara di bawah permukaan maupun sisa pendinginan lahan terbakar, fakta dasarnya tidak berubah krisis asap belum selesai.

Baca Juga :  Konsistensi Netralitas Menjelang Kontestasi Pemilu 2024

Mengagungkan argumen perihal beda terminologi antara hotspot (titik panas) dan firespot (titik api) hanya terkesan seperti retorika teknis untuk memperhalus keadaan di depan Presiden. Bagi warga Kota Jambi yang tidak bisa menghirup udara segar, debat istilah itu sama sekali tidak relevan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah penyelesaian nyata, bukan laporan formalitas yang terkesan buru-buru ingin terlihat berprestasi atau sekadar memenuhi alur komunikasi “asal bapak senang” (ABS).

Dampak Nyata yang Diabaikan

Dampak dari karhutla dan kepulan asap

ini nyata dan masif:

Ancaman Kesehatan: Kasus ISPA terus meningkat, memukul kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Kelumpuhan Pendidikan & Ekonomi: Sekolah harus diliburkan, mengganggu proses belajar anak-anak, sementara aktivitas ekonomi warga di luar ruangan menjadi terhambat.

Baca Juga :  Mengejutkan! dugaan pungli berkedok retribusi selama belasan tahun Untuk Apa dan Siapa ?

Disparitas Informasi: Ada jurang pemisah yang lebar antara klaim pejabat di ruang ber AC dengan jerit dada sesak masyarakat di jalanan.

Hentikan Ilusi, Hadapi Realita

Kepada Gubernur Al Haris dan jajarannya, transparansi politik dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam penanganan bencana publik. Mengakui bahwa kondisi lapangan masih berat dan membutuhkan penanganan ekstra termasuk bantuan helikopter water bombing serta modifikasi cuaca secara agresif jauh lebih terhormat ketimbang memberikan laporan yang membuai.

Jangan sampai langit Jambi terus tertutup asap hanya karena para pemimpinnya sibuk menutupi kenyataan. Pemimpin seharusnya berdiri paling depan menyuarakan kebenaran kondisi warganya, bukan sibuk mempercantik laporan saat rakyatnya sedang kesulitan bernapas.

Berita Terkait

Menerka Karakter Manusia Kerinci
PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.
HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi
‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ
Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat
Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom
LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Pemimpin Viral Belum Tentu Pemimpin Ideal
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB