SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Musibah terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Seorang petani asal Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Selasa (25/8/2026) sore.
Korban diketahui berinisial K (58), warga Desa Pinggir Air. Ia diduga menjadi korban sambaran petir ketika sedang berada di kawasan persawahan saat cuaca buruk melanda daerah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kondisi cuaca ketika kejadian berlangsung cukup ekstrem. Hujan deras turun bersamaan dengan suara petir yang terdengar di sekitar lokasi.
Korban kemudian diduga terkena sambaran petir hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut selanjutnya berupaya melakukan evakuasi terhadap korban. Namun, proses pemindahan jenazah dari area persawahan tidak berlangsung cepat karena kondisi lokasi serta cuaca yang masih kurang bersahabat.
Evakuasi bahkan baru dapat dilakukan hingga malam hari.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga menyebutkan adanya kondisi pakaian korban yang mengalami kerusakan. Pada beberapa bagian pakaian terlihat seperti robek dan terdapat bekas yang menyerupai terbakar.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan sambaran petir, meski penyebab pasti kematian korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Kabar meninggalnya K membuat masyarakat Desa Pinggir Air berduka. Korban dikenal sebagai warga yang beraktivitas sebagai petani di wilayah tersebut.
Warga Diminta Waspada Saat Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang bekerja di luar ruangan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca mulai memburuk.
Area persawahan, perkebunan dan lokasi terbuka lainnya memiliki risiko lebih besar ketika terjadi hujan yang disertai petir.
Masyarakat disarankan segera mencari tempat berlindung yang aman ketika mendengar suara petir atau melihat tanda-tanda cuaca ekstrem.
Terlebih bagi petani yang tengah berada di sawah, aktivitas sebaiknya dihentikan sementara sampai kondisi cuaca kembali aman.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap mengenai kejadian tersebut masih dalam penelusuran dan informasi resmi dari pihak terkait masih ditunggu.















