JAKARTA, Porosjambimedia.com – Bank Indonesia (BI) terus memperluas layanan pembayaran digital lintas negara melalui sistem QRIS cross border. Pada tahun 2026, BI menargetkan layanan tersebut dapat terhubung dengan India, Hong Kong, dan Timor Leste.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengatakan perluasan kerja sama itu menjadi bagian dari penguatan sistem pembayaran digital internasional yang semakin berkembang pesat.
Menurutnya, pengembangan QRIS lintas negara dilakukan seiring meningkatnya transaksi digital masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.
“QRIS cross border ini kerja sama mungkin di tahun 2026 kita akan menargetkan dengan India, Hong Kong, dan juga Timor Leste,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5/2026).
Filianingsih menjelaskan, Bank Indonesia menargetkan layanan QRIS cross border nantinya dapat terkoneksi dengan delapan negara sebagai bagian dari integrasi sistem pembayaran kawasan dan internasional.
Saat ini, layanan QRIS lintas negara sudah dapat digunakan di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Selain itu, BI juga tengah membuka peluang kerja sama baru dengan Vietnam dan Filipina untuk memperluas jaringan pembayaran digital berbasis QRIS.
Di sisi lain, perkembangan penggunaan QRIS di Indonesia juga terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga saat ini, total transaksi QRIS tercatat telah mencapai 7,83 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi sepanjang tahun 2026.
Sementara jumlah merchant QRIS telah mencapai 45,3 juta merchant dari target 47 juta merchant. Adapun jumlah pengguna QRIS kini tercatat mencapai 63 juta pengguna dari target 70 juta pengguna.
Filianingsih menyebut transaksi QRIS lintas negara, baik inbound maupun outbound, juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Namun, transaksi inbound tercatat lebih besar dibanding outbound.
Kondisi tersebut menunjukkan wisatawan asing lebih banyak menggunakan QRIS saat bertransaksi di Indonesia dibanding masyarakat Indonesia yang menggunakan QRIS di luar negeri.
“Penggunaan oleh turis asing yang datang ke Indonesia mencapai Rp2,28 triliun transaksinya,” jelasnya.
Bank Indonesia optimistis pengembangan QRIS cross border akan semakin mempermudah transaksi masyarakat antarnegara sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional di tengah perkembangan teknologi pembayaran global. (Hst)















