Semut Langka Seharga Rp 3,7 Juta per Ekor, Perdagangan Ilegalnya Menggemparkan Dunia

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenya, Porosjambimedia.com – Perdagangan ilegal satwa kembali menjadi sorotan setelah kasus penyelundupan semut langka bernilai tinggi terungkap. Seekor ratu semut jenis Messor cephalotes bahkan bisa dihargai hingga USD 220 atau sekitar Rp 3,7 juta di pasar gelap.

Kasus ini mencuat setelah seorang warga China, Zhang Kequn, ditangkap di Bandara Nairobi karena membawa sekitar 2.200 ekor semut hidup. Pengadilan kemudian menjatuhkan denda sebesar 1 juta shilling atau hukuman penjara 12 bulan atas upaya penyelundupan tersebut.

Hakim Irene Gichobi menegaskan bahwa hukuman ini diperlukan sebagai efek jera, mengingat meningkatnya praktik perdagangan semut yang berpotensi merusak ekosistem.

Diminati Kolektor dan Peneliti

Semut jenis ini banyak diminati oleh kolektor, terutama di Asia, untuk dipelihara dalam wadah transparan yang disebut formikarium. Koloni semut dipelajari karena struktur sosialnya yang kompleks serta perilaku unik dalam mengumpulkan makanan.

Baca Juga :  Ini 5 HP Terbaik untuk Gaming di Bawah Rp2 Juta: Kencang, Hemat, dan Cocok untuk Push Ran

Ratu semut menjadi bagian paling berharga karena mampu membangun koloni besar yang dapat bertahan hingga puluhan tahun. Dalam satu koloni, jumlah semut bisa mencapai ratusan ribu ekor.

Modus Perdagangan Ilegal

Perburuan semut biasanya meningkat saat musim hujan di wilayah Gilgil dan sekitarnya. Pada periode ini, ratu semut keluar untuk berkembang biak, sehingga mudah ditangkap.

Para pelaku biasanya mengemas semut dalam tabung kecil atau alat suntik dengan kapas lembap agar tetap hidup selama pengiriman. Metode ini membuat semut sulit terdeteksi saat pemeriksaan.

Kasus besar juga pernah terungkap di Naivasha, di mana sekitar 5.000 ratu semut ditemukan di sebuah penginapan. Semut-semut tersebut rencananya akan dikirim ke pasar Eropa dan Asia.

Ancaman bagi Ekosistem

Ahli biologi Kenya, Dino Martins, mengaku terkejut dengan skala perdagangan semut yang semakin meluas. Ia menyebut fenomena ini sebagai pergeseran tren kejahatan satwa liar, dari perburuan gading gajah dan cula badak ke spesies yang lebih kecil namun bernilai tinggi.

Baca Juga :  Roblox Terapkan Akun Khusus Anak dan Remaja, Imbas Regulasi Ketat Termasuk dari Indonesia

Meski terlihat sederhana, semut memainkan peran penting dalam ekosistem, termasuk dalam penyebaran biji dan menjaga keseimbangan tanah. Perdagangan ilegal dalam jumlah besar berpotensi mengganggu keseimbangan tersebut.

“Semut ini sangat menarik, mereka membangun koloni besar, mudah dipelihara, dan tidak agresif. Namun jika dieksploitasi berlebihan, dampaknya bisa serius bagi lingkungan,” ujarnya. (Hst)

Berita Terkait

Mubes IV PMHKS Digelar, Irfan Hermawan Terpilih Nahkodai Kepengurusan Baru
Baru Diluncurkan, Freelander 8 Raup 5.000 Pesanan Hanya dalam 12 Jam
4 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Bekas agar Tak Berakhir Jadi Sampah
Presiden Club UNJA Resmi Terbentuk, Himpun Presiden Mahasiswa Lintas Generasi untuk Mengabdi bagi Almamater dan Bangsa
Sah! Reval Kurniawan Nahkodai MMA Jambi. Era Baru Dimulai :  MMA Jambi Siap Guncang Oktagon Nasional !
Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Lomba Stand Up Comedy Polda Jambi Sukses Hibur Masyarakat
Dukung Pemasyarakatan yang Lebih Baik- Staf Menteri IMIPAS Resmikan Gerai Puskopasindo Kanwil Ditjenpas Jambi
Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB