JAKARTA, Porosjambimedia.com – Platform gim global Roblox resmi mengumumkan kebijakan baru terkait penggunaan oleh anak dan remaja. Kebijakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya regulasi pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, terkait pembatasan akses digital bagi usia muda.
Dalam aturan terbaru, Roblox mewajibkan pengguna anak dan remaja menggunakan jenis akun khusus berdasarkan usia. Anak berusia 5 hingga 8 tahun hanya diperbolehkan menggunakan akun “Roblox Kids”, sementara pengguna usia 9 hingga 15 tahun akan masuk dalam kategori “Roblox Select”.
Penerapan sistem ini dilakukan melalui mekanisme verifikasi usia maupun persetujuan orang tua. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku secara global pada awal Juni 2026.
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menyatakan bahwa perusahaan juga akan memperketat standar konten yang dapat diakses oleh pengguna muda.
Konten dalam akun “Roblox Kids” akan dibatasi secara ketat berdasarkan tingkat kedewasaan, serta harus melalui proses verifikasi berlapis bagi para pengembang. Proses tersebut meliputi verifikasi identitas, autentikasi dua langkah, hingga keharusan berlangganan layanan premium Roblox Plus.
Layanan Roblox Plus sendiri mulai diperkenalkan dengan biaya berlangganan sekitar 4,99 dolar AS per bulan. Fitur tambahan ini juga menjadi bagian dari sistem pengawasan terhadap konten yang beredar di platform.
Selain itu, fitur percakapan (chat) pada akun anak akan dinonaktifkan sepenuhnya, sementara pada akun remaja akan dibuka secara terbatas dan bertahap.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sorotan terhadap platform digital yang dinilai belum sepenuhnya mampu melindungi anak dari risiko seperti eksploitasi dan kejahatan daring.
Sejumlah negara kini mulai menerapkan aturan ketat terhadap akses media sosial bagi anak dan remaja. Di Indonesia, kebijakan ini juga diperkuat melalui regulasi pemerintah yang membatasi penggunaan platform digital untuk pengguna di bawah usia tertentu.
Roblox menjadi salah satu platform yang terdampak kebijakan tersebut, mengingat sifatnya yang interaktif dan memungkinkan komunikasi antar pengguna.
Dengan kebijakan baru ini, Roblox berharap dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sesuai bagi pengguna anak dan remaja di seluruh dunia. (Hst)















