JAKARTA, Porosjambimedia.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan menghadirkan program perumahan terjangkau bagi buruh. Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rencana besar pembangunan hingga 1 juta unit rumah pada tahun ini. Program tersebut dirancang agar para buruh dapat memiliki hunian yang layak dengan lokasi strategis, dekat kawasan industri maupun tempat kerja.
Menurutnya, pemerintah juga akan mengembangkan kota-kota baru dengan konsep hunian modern berupa rumah susun yang dilengkapi fasilitas penunjang.
“Kita akan bangun kota baru dengan fasilitas lengkap, mulai dari sekolah, sarana olahraga, daycare, rumah sakit, hingga transportasi umum seperti kereta ringan dan bus,” ujarnya.
Salah satu poin yang paling disorot dalam program ini adalah skema cicilan rumah yang fleksibel. Prabowo menyebut tenor cicilan dapat diperpanjang hingga 40 tahun guna meringankan beban buruh dalam memiliki rumah.
Ia menilai selama ini sebagian besar penghasilan buruh habis untuk biaya sewa tempat tinggal. Oleh karena itu, pemerintah ingin mengalihkan beban tersebut menjadi cicilan kepemilikan rumah.
“Daripada 30 persen gaji habis untuk kontrak, lebih baik digunakan untuk mencicil rumah sendiri. Kalau perlu sampai 40 tahun agar lebih ringan,” tegasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti tingginya bunga pinjaman yang selama ini membebani masyarakat kecil. Ia mengaku telah menginstruksikan perbankan nasional untuk menyalurkan kredit dengan bunga rendah, yakni maksimal 5 persen per tahun.
Kebijakan ini diharapkan mampu membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya buruh, sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja serta menciptakan lingkungan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. (Hst)















