JAKARTA, Porosjambimedia.com – Inovasi menarik hadir dari dunia pertanian dengan munculnya semangka berukuran mini yang hanya sebesar telur ayam. Terobosan ini membuka peluang baru dalam pengembangan buah yang lebih praktis dan efisien untuk dikonsumsi.
Selama ini, semangka dikenal sebagai buah berukuran besar yang membutuhkan ruang luas untuk dibudidayakan. Hal ini membuatnya cukup sulit dikembangkan dalam sistem modern seperti rumah kaca atau pertanian vertikal.
Namun, inovasi unik ini berhasil dikembangkan oleh Delaney Raptis bersama ibunya sejak 2021. Penelitian mereka menggunakan metode mutasi kimia non-GMO untuk mengecilkan ukuran buah tanpa mengubah karakteristik utamanya.
Hasilnya, ukuran semangka yang biasanya berbobot beberapa kilogram kini dapat diperkecil menjadi sekitar 80 hingga 200 gram per buah, atau setara dengan ukuran telur ayam.
Menurut Delaney Raptis, semangka mini ini tetap mempertahankan kualitas rasa. Buahnya memiliki daging berwarna merah hingga oranye, rasa manis, serta tekstur yang cukup kuat untuk dipanen.
“Tujuan kami adalah menciptakan semangka berukuran kecil tanpa mengorbankan kualitasnya,” ujarnya.
Selain bentuknya yang unik, inovasi ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam sistem pertanian modern. Ukuran kecil memungkinkan penanaman dengan kepadatan tinggi, sehingga cocok untuk rumah kaca maupun pertanian vertikal.
Di sisi lain, semangka mini juga berpotensi mengurangi limbah makanan. Ukurannya yang kecil membuat buah ini bisa dikonsumsi dalam satu porsi tanpa menyisakan bagian yang terbuang.
Peneliti juga menemukan bahwa biji semangka mini memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan semangka biasa. Meski demikian, masih ada hal yang perlu diteliti lebih lanjut, seperti apakah kulit buahnya dapat dimakan atau tetap harus dikupas.
Meski masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini menunjukkan peluang besar bagi masa depan pertanian modern, terutama dalam menghadirkan produk yang praktis, efisien, dan tetap berkualitas tinggi. (Hst)















