Eksperimen Unik NASA: Ribuan Ubur-ubur Pernah Dikirim ke Luar Angkasa untuk Teliti Efek Tanpa Gravitasi

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, pernah melakukan eksperimen unik dengan mengirim ribuan ubur-ubur ke luar angkasa pada awal 1990-an. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana makhluk hidup berkembang dan menyesuaikan diri di lingkungan tanpa gravitasi.

Pada tahun 1991, sekitar 2.478 ubur-ubur muda yang masih berada pada tahap polip diluncurkan ke orbit menggunakan pesawat ulang-alik Columbia dalam sebuah misi penelitian ilmiah. Para peneliti ingin mengetahui bagaimana organisme yang tumbuh di lingkungan mikrogravitasi mengembangkan kemampuan mendeteksi arah gravitasi.

Eksperimen tersebut dipimpin oleh ilmuwan Dorothy Spangenberg. Ia merancang penelitian untuk mempelajari bagaimana sistem biologis makhluk hidup bereaksi dan beradaptasi saat berada di lingkungan tanpa gaya gravitasi seperti di luar angkasa.

Meski tampak sangat berbeda dengan manusia, ubur-ubur ternyata memiliki mekanisme biologis yang serupa dalam mendeteksi gravitasi. Pada tahap dewasa yang disebut medusa, ubur-ubur memiliki kristal kalsium sulfat di tubuhnya.

Baca Juga :  Mohon Perlindungan, Rutan Sungai Penuh Gelar Salat Sunah dan Doa Tolak Bala Bersama Warga Binaan

Kristal tersebut bergerak mengikuti gaya gravitasi dan merangsang sel rambut sensorik yang kemudian mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Mekanisme ini mirip dengan sistem keseimbangan manusia yang berada di telinga bagian dalam. Struktur berbasis kalsium di area tersebut membantu otak mengenali posisi tubuh dan menjaga keseimbangan.

Kesamaan sistem tersebut membuat ubur-ubur dipilih sebagai organisme model untuk memahami bagaimana manusia dapat mengembangkan kemampuan merasakan gravitasi, terutama jika suatu saat bayi manusia lahir di luar angkasa.

Dalam eksperimen itu, ubur-ubur ditempatkan dalam kantong berisi air laut buatan. Selama misi berlangsung, para peneliti di dalam pesawat mempercepat proses pertumbuhan mereka. Penelitian berlangsung selama sekitar sembilan hari.

Selama periode tersebut, populasi ubur-ubur berkembang sangat cepat dari ribuan menjadi sekitar 60 ribu individu.

Namun setelah kembali ke Bumi, para ilmuwan menemukan fenomena menarik. Ubur-ubur yang tumbuh di lingkungan tanpa gravitasi mengalami kesulitan berenang secara normal ketika kembali ke kondisi gravitasi Bumi. Banyak di antaranya tampak kehilangan orientasi, mirip dengan gejala vertigo.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Sembelih Hewan Qurban di Masjid Raya

Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai bagaimana organisme hidup beradaptasi di lingkungan mikrogravitasi. Penelitian tersebut juga membantu ilmuwan memahami potensi tantangan biologis yang mungkin dihadapi manusia jika suatu hari nanti hidup, berkembang biak, atau bahkan dilahirkan di luar angkasa.

Eksperimen ubur-ubur tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana hewan dimanfaatkan dalam penelitian luar angkasa untuk mempelajari dampak jangka panjang lingkungan ruang angkasa terhadap makhluk hidup. (Sfw)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB