Jakarta, Porosjambimedia.com – Nama Tasya Kamila ikut menjadi sorotan publik di tengah perbincangan mengenai alumni beasiswa LPDP. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan laporan terbuka mengenai kontribusinya bagi Indonesia sebagai penerima beasiswa tersebut.
Tasya menyatakan bahwa masyarakat berhak mempertanyakan kontribusi para alumni LPDP karena program tersebut dibiayai oleh negara. Ia memahami bahwa dana pendidikan yang bersumber dari APBN merupakan bentuk investasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memberikan dampak positif bagi bangsa.
Mantan penyanyi cilik itu menempuh studi Master of Public Administration di Columbia University pada 2016 hingga 2018 dengan dukungan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Saat mendaftar, Tasya sudah berkarier di industri kreatif dan memilih konsentrasi Administration in Energy and Environmental Policy dengan tujuan memperluas kontribusinya di bidang energi dan lingkungan.
Selama masa studi, ia lulus tepat waktu dengan IPK 3,75. Tasya juga aktif dalam organisasi kepemudaan internasional di bawah naungan PBB serta mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Tasya turut membagikan pengalaman pribadi yang penuh tantangan selama menjalani studi, termasuk momen ketika ayahnya meninggal dunia dan ia tidak dapat segera pulang ke Indonesia. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk komitmennya.
Dalam masa bakti 2018-2023, Tasya menegaskan bahwa bentuk kontribusi tidak diatur secara kaku, melainkan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing alumni. Ia memutuskan kembali ke Indonesia setelah lulus dan aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial, seminar, serta workshop.
Ia juga terlibat dalam gerakan keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia, memberdayakan pemuda di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, serta pernah menjadi tenaga pengajar di platform pendidikan daring. Selain itu, Tasya tetap berkarya di industri kreatif dan berupaya melestarikan lagu anak Indonesia. Sebagai ibu dua anak, ia juga rutin membagikan edukasi seputar parenting.
Menurutnya, kontribusi kepada negeri tidak berhenti pada masa bakti. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk berperan membangun Indonesia, termasuk para ibu rumah tangga.(Tin)















