Tokyo, Porosjambimedia.com – Aparat maritim Jepang menahan sebuah kapal penangkap ikan berbendera China yang diduga melakukan aktivitas di wilayah perairan Jepang tanpa izin resmi. Kapten kapal tersebut langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan otoritas perikanan Jepang, kapal itu diminta berhenti untuk inspeksi rutin di wilayah selatan Jepang pada Kamis (12/2). Namun, kapal disebut tidak mematuhi perintah dan mencoba meninggalkan lokasi. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap kapten kapal pada hari yang sama.
Kapten kapal diidentifikasi sebagai Zhen Nianli (47), warga negara China. Sementara itu, sepuluh awak kapal lainnya masih dalam pendataan oleh pihak berwenang Jepang.
Seperti dilansir AFP, Jumat (13/2/2206). Pemerintah Jepang menyatakan kapal tersebut berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, sekitar 89,4 mil laut dari arah barat daya Pulau Meshima, Kepulauan Goto. Wilayah itu diklaim bukan termasuk area sengketa.
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan bahwa negaranya akan terus meningkatkan pengawasan guna mencegah praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing.
Peristiwa ini terjadi di tengah hubungan yang sensitif antara Tokyo dan Beijing. Beberapa bulan sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sempat menyampaikan pernyataan terkait kemungkinan respons militer jika terjadi eskalasi di kawasan Taiwan. Pernyataan tersebut sempat memicu reaksi keras dari Beijing.
Hingga kini, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi atas penahanan kapal tersebut.
Hubungan kedua negara memang kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait sengketa wilayah di sekitar Kepulauan Senkaku—yang oleh China disebut Diaoyu—di Laut China Timur. Insiden serupa pada 2010 pernah berkembang menjadi krisis diplomatik yang cukup serius. (Dta)















