Kapal Nelayan China Diamankan di Perairan Jepang, Potensi Gesekan Diplomatik Meningkat

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokyo, Porosjambimedia.com – Aparat maritim Jepang menahan sebuah kapal penangkap ikan berbendera China yang diduga melakukan aktivitas di wilayah perairan Jepang tanpa izin resmi. Kapten kapal tersebut langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan otoritas perikanan Jepang, kapal itu diminta berhenti untuk inspeksi rutin di wilayah selatan Jepang pada Kamis (12/2). Namun, kapal disebut tidak mematuhi perintah dan mencoba meninggalkan lokasi. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap kapten kapal pada hari yang sama.

Kapten kapal diidentifikasi sebagai Zhen Nianli (47), warga negara China. Sementara itu, sepuluh awak kapal lainnya masih dalam pendataan oleh pihak berwenang Jepang.

Baca Juga :  Indonesia vs Honduras, Gini Cara Garuda Lolos ke Babak 32 Pildun U-17

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/2/2206). Pemerintah Jepang menyatakan kapal tersebut berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, sekitar 89,4 mil laut dari arah barat daya Pulau Meshima, Kepulauan Goto. Wilayah itu diklaim bukan termasuk area sengketa.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan bahwa negaranya akan terus meningkatkan pengawasan guna mencegah praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing.

Peristiwa ini terjadi di tengah hubungan yang sensitif antara Tokyo dan Beijing. Beberapa bulan sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sempat menyampaikan pernyataan terkait kemungkinan respons militer jika terjadi eskalasi di kawasan Taiwan. Pernyataan tersebut sempat memicu reaksi keras dari Beijing.

Baca Juga :  Dunia Hiburan Berduka, Jung Eun Woo Tutup Usia di 39 Tahun

Hingga kini, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi atas penahanan kapal tersebut.

Hubungan kedua negara memang kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait sengketa wilayah di sekitar Kepulauan Senkaku—yang oleh China disebut Diaoyu—di Laut China Timur. Insiden serupa pada 2010 pernah berkembang menjadi krisis diplomatik yang cukup serius. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB