Fakta Mengejutkan! Ikan Sapu-sapu Ternyata Bisa “Berjalan” di Darat dan Kembali ke Air

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.comIkan sapu-sapu selama ini dikenal sebagai hama perairan yang sulit dikendalikan. Namun, fakta terbaru menunjukkan kemampuan unik sekaligus mengejutkan: ikan ini ternyata bisa “berjalan” di darat untuk kembali ke air atau mencari habitat baru.

Fenomena ini bukan sekadar mitos. Penelitian yang dilakukan oleh Noah R Bressman bersama timnya, termasuk Callen H Morrison dan Miriam A Ashley-Ross, mengungkap bahwa ikan sapu-sapu mampu bergerak di daratan dengan teknik khusus yang disebut reffling. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Ichthyology & Herpetology pada tahun 2021.

Dalam mekanisme ini, ikan dari famili Loricariidae tersebut menggerakkan tubuhnya dengan memantul-mantulkan ekor dan sirip ke tanah, sehingga dapat “merangkak” maju meski berada di luar air.

Hama Invasif yang Sulit Dibasmi

Ikan sapu-sapu, yang juga dikenal sebagai pleco, bukan hanya menjadi masalah di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain seperti Amerika Serikat, terutama di wilayah Florida yang memiliki perairan hangat.

Sebagai spesies invasif, ikan ini mampu mengganggu ekosistem dengan menghabiskan alga yang menjadi sumber makanan dan tempat berlindung bagi organisme lain. Bahkan, upaya membuang ikan ini ke daratan ternyata tidak efektif.

Baca Juga :  ChatGPT Gratis Bakal Tampilkan Iklan, OpenAI Siapkan Skema Baru Monetisasi

Penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dapat bertahan hidup di darat hingga 20 jam. Kulitnya yang keras seperti “zirah” membantu menjaga kelembapan tubuh, sehingga memungkinkan mereka bertahan lebih lama di luar air.

Bisa Kembali ke Sungai Setelah Dibuang

Fenomena ini juga diperkuat oleh laporan warga dan penelitian lapangan, di mana ikan sapu-sapu yang dibuang ke daratan ternyata mampu kembali ke air dengan sendirinya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, ikan ini dapat berpindah ke sumber air lain, sehingga memperluas penyebarannya. Hal ini membuat upaya pengendalian menjadi semakin sulit.

Predator alami seperti burung bangau (heron) pun kesulitan memangsa ikan ini karena kulitnya yang keras. Tak jarang, ikan yang gagal dimakan justru dibuang ke daratan, lalu kembali hidup di air.

Ancaman Penyebaran Semakin Luas

Baca Juga :  Purbaya ungkap akan ada Penangkapan Besar-Besaran dalam Waktu Dekat!

Perubahan iklim juga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran ikan sapu-sapu. Mereka cenderung berkembang di perairan hangat, sehingga semakin banyak wilayah yang cocok menjadi habitatnya.

Para peneliti mengingatkan masyarakat agar tidak membuang ikan sapu-sapu dari akuarium ke sungai atau danau, karena hal tersebut justru mempercepat invasi spesies ini.

Penanganan Harus Lebih Tepat

Dengan kemampuan bertahan hidup dan bergerak di darat, sekadar membuang ikan sapu-sapu ke pinggir sungai tidak cukup untuk mengendalikannya. Diperlukan metode penanganan yang lebih efektif agar tidak semakin merusak ekosistem perairan.

Penemuan ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan spesies invasif harus dilakukan secara tepat dan berbasis ilmiah, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB