JAKARTA, Porosjambimedia.com — Ikan sapu-sapu selama ini dikenal sebagai hama perairan yang sulit dikendalikan. Namun, fakta terbaru menunjukkan kemampuan unik sekaligus mengejutkan: ikan ini ternyata bisa “berjalan” di darat untuk kembali ke air atau mencari habitat baru.
Fenomena ini bukan sekadar mitos. Penelitian yang dilakukan oleh Noah R Bressman bersama timnya, termasuk Callen H Morrison dan Miriam A Ashley-Ross, mengungkap bahwa ikan sapu-sapu mampu bergerak di daratan dengan teknik khusus yang disebut reffling. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Ichthyology & Herpetology pada tahun 2021.
Dalam mekanisme ini, ikan dari famili Loricariidae tersebut menggerakkan tubuhnya dengan memantul-mantulkan ekor dan sirip ke tanah, sehingga dapat “merangkak” maju meski berada di luar air.
Hama Invasif yang Sulit Dibasmi
Ikan sapu-sapu, yang juga dikenal sebagai pleco, bukan hanya menjadi masalah di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain seperti Amerika Serikat, terutama di wilayah Florida yang memiliki perairan hangat.
Sebagai spesies invasif, ikan ini mampu mengganggu ekosistem dengan menghabiskan alga yang menjadi sumber makanan dan tempat berlindung bagi organisme lain. Bahkan, upaya membuang ikan ini ke daratan ternyata tidak efektif.
Penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dapat bertahan hidup di darat hingga 20 jam. Kulitnya yang keras seperti “zirah” membantu menjaga kelembapan tubuh, sehingga memungkinkan mereka bertahan lebih lama di luar air.
Bisa Kembali ke Sungai Setelah Dibuang
Fenomena ini juga diperkuat oleh laporan warga dan penelitian lapangan, di mana ikan sapu-sapu yang dibuang ke daratan ternyata mampu kembali ke air dengan sendirinya.
Bahkan, dalam beberapa kasus, ikan ini dapat berpindah ke sumber air lain, sehingga memperluas penyebarannya. Hal ini membuat upaya pengendalian menjadi semakin sulit.
Predator alami seperti burung bangau (heron) pun kesulitan memangsa ikan ini karena kulitnya yang keras. Tak jarang, ikan yang gagal dimakan justru dibuang ke daratan, lalu kembali hidup di air.
Ancaman Penyebaran Semakin Luas
Perubahan iklim juga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran ikan sapu-sapu. Mereka cenderung berkembang di perairan hangat, sehingga semakin banyak wilayah yang cocok menjadi habitatnya.
Para peneliti mengingatkan masyarakat agar tidak membuang ikan sapu-sapu dari akuarium ke sungai atau danau, karena hal tersebut justru mempercepat invasi spesies ini.
Penanganan Harus Lebih Tepat
Dengan kemampuan bertahan hidup dan bergerak di darat, sekadar membuang ikan sapu-sapu ke pinggir sungai tidak cukup untuk mengendalikannya. Diperlukan metode penanganan yang lebih efektif agar tidak semakin merusak ekosistem perairan.
Penemuan ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan spesies invasif harus dilakukan secara tepat dan berbasis ilmiah, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga. (Hst)















