Jakarta, Porosjambimedia.com – Duduk terlalu lama di dalam pesawat sering membuat kaki terasa pegal, kaku, bahkan kram. Kondisi ini kerap dialami penumpang, terutama saat ruang kaki terbatas. Namun tanpa disadari, ada satu kebiasaan duduk yang justru bisa meningkatkan risiko kesehatan, yaitu menyilangkan kaki selama penerbangan.
Seorang dokter spesialis paru dan perawatan kritis, Dr. Neena Chandrasekaran, mengingatkan bahwa posisi duduk dengan kaki saling menyilang bukanlah pilihan yang aman saat berada di pesawat. Menurutnya, posisi tersebut dapat menekan pembuluh darah dan menghambat sirkulasi darah di bagian kaki.
Tekanan udara di dalam kabin pesawat berbeda dengan kondisi di darat. Perubahan tekanan ini dapat memicu respons peradangan ringan pada tubuh, yang dalam situasi tertentu meningkatkan kemungkinan terbentuknya gumpalan darah, khususnya di area tungkai.
Risiko tersebut semakin besar ketika penumpang duduk dalam waktu lama tanpa banyak bergerak. Oleh karena itu, penumpang dianjurkan untuk menjaga posisi duduk yang netral dan memberi ruang bagi aliran darah agar tetap lancar.
Cara Mengurangi Risiko Pegal dan Gangguan Sirkulasi
Untuk menjaga kesehatan selama penerbangan, penumpang disarankan tidak terlalu lama diam di kursi. Menggerakkan kaki secara berkala, meregangkan pergelangan, atau berjalan singkat di lorong pesawat dapat membantu melancarkan aliran darah.
Penggunaan stoking kompresi juga dapat menjadi pilihan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh atau penerbangan internasional. Stoking ini membantu menopang pembuluh darah agar sirkulasi tetap optimal.
Tips Tidur di Pesawat Agar Tubuh Tetap Segar
Selain posisi duduk, cara tidur di pesawat juga berpengaruh pada kondisi tubuh setelah mendarat. Para ahli kesehatan menyarankan tidur singkat dengan durasi terbatas untuk menjaga fokus dan energi.
Tidur terlalu lama justru bisa menimbulkan efek pusing dan rasa mengantuk berlebih setelah bangun. Kondisi ini dikenal sebagai inersia tidur, yang membuat tubuh terasa berat dan sulit berkonsentrasi selama beberapa waktu.
Dengan mengatur posisi duduk yang benar, tetap aktif bergerak, dan tidur secukupnya, perjalanan udara bisa terasa lebih nyaman dan aman bagi tubuh. (Ai)















