Jakarta,Porosjambimedia.com– Komisi XIII DPR RI mengadakan rapat kerja khusus untuk membahas maraknya fenomena *child grooming* yang belakangan menjadi perhatian publik. Isu ini kembali mencuat setelah kisah yang dikaitkan dengan aktris Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan di media sosial.
Rapat berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (2/2/2026), dan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso. Sejumlah pejabat dan lembaga terkait turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Munafrizal Manan, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, serta Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Putu Elvina.
Dalam pembukaan rapat, Sugiat menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada dua agenda utama. Pertama adalah penanganan kasus *child grooming* yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Agenda kedua berkaitan dengan tindak lanjut pengaduan masyarakat serta hasil rapat dengar pendapat sebelumnya bersama LPSK, Komnas Perempuan, dan KPAI yang digelar pada November 2025 lalu.
Pemerintah melalui Kementerian HAM menegaskan bahwa isu *child grooming* kini menjadi perhatian serius negara. Munafrizal Manan menyampaikan bahwa kementeriannya terus memantau perkembangan isu tersebut, terutama setelah munculnya sebuah buku memoar yang mengungkap pengalaman korban *child grooming* dan memicu diskusi luas di ruang publik.
Menurut Munafrizal, meskipun istilah *child grooming* terbilang baru dikenal oleh masyarakat luas, praktik tersebut sejatinya telah lama terjadi. Ia menekankan pentingnya pemahaman bersama serta langkah konkret lintas lembaga untuk melindungi anak-anak dari kejahatan serupa di masa depan. (Khy)















