Komisi XIII DPR Soroti Fenomena Child Grooming dalam Rapat Resmi, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Porosjambimedia.com– Komisi XIII DPR RI mengadakan rapat kerja khusus untuk membahas maraknya fenomena *child grooming* yang belakangan menjadi perhatian publik. Isu ini kembali mencuat setelah kisah yang dikaitkan dengan aktris Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan di media sosial.

Rapat berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (2/2/2026), dan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso. Sejumlah pejabat dan lembaga terkait turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Munafrizal Manan, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, serta Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Putu Elvina.

Baca Juga :  Lebaran lebih awal, Jemaah Masjid Aolia di Gunung Kidul gelar Salat Id hari ini

Dalam pembukaan rapat, Sugiat menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada dua agenda utama. Pertama adalah penanganan kasus *child grooming* yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Agenda kedua berkaitan dengan tindak lanjut pengaduan masyarakat serta hasil rapat dengar pendapat sebelumnya bersama LPSK, Komnas Perempuan, dan KPAI yang digelar pada November 2025 lalu.

Pemerintah melalui Kementerian HAM menegaskan bahwa isu *child grooming* kini menjadi perhatian serius negara. Munafrizal Manan menyampaikan bahwa kementeriannya terus memantau perkembangan isu tersebut, terutama setelah munculnya sebuah buku memoar yang mengungkap pengalaman korban *child grooming* dan memicu diskusi luas di ruang publik.

Baca Juga :  Sempat Alami Kelelahan Saat Upacara Duka, Kondisi Menteri KKP Dipastikan Pulih dan Siap Beraktivitas

Menurut Munafrizal, meskipun istilah *child grooming* terbilang baru dikenal oleh masyarakat luas, praktik tersebut sejatinya telah lama terjadi. Ia menekankan pentingnya pemahaman bersama serta langkah konkret lintas lembaga untuk melindungi anak-anak dari kejahatan serupa di masa depan. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB