Uji Coba Saja Sudah Begini, Lantas Bagaimana Saat Beroperasi Penuh Nanti?

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Randi Vitora

Kerinci, Porosjambimedia.com – Saya dan orang tua saya lahir dan tumbuh di Kerinci. Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat kita hidup berdampingan dengan alam; berladang di hutan dan menjadi nelayan di Danau Kerinci. Bagi kami, Danau Kerinci bukan hanya genangan air yang luas. Ia adalah bukti kemurahan hati alam pada manusia. Ia memberi makan nelayan, mengairi sawah, dan menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya kita sebagai manusia Kerinci.

Namun akhir-akhir ini, kita disuguhkan pemandangan yang pilu. Air danau menjauh, menyusut, dan meninggalkan hamparan bebatuan serta tanah yang mulai mengering.

Pihak BWSS sudah bicara: ini adalah dampak uji coba turbin PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH). Tapi bagi seorang nelayan yang perahunya kini kandas di lumpur, atau bagi ibu-ibu yang sawahnya terancam kering, jawaban “teknis” itu tidak bisa mengisi piring makan mereka.

Ada pertanyaan besar yang terus menghantui kepala saya, bahkan mungkin juga kepala saudara semua: Tahap uji coba saja sudah begini, lantas bagaimana jika nanti mereka benar-benar beroperasi penuh?

Baca Juga :  Elite Politik sebagai Perusak Demokrasi di Indonesia

Logikanya sederhana tapi sangat mengerikan. Jika di tahap pengujian saja air danau sudah menyusut sejauh ini hingga perahu nelayan kandas dan sawah terancam, apakah nanti ketika turbin-turbin itu berputar maksimal kita masih bisa melihat Danau Kerinci yang sama? Ataukah danau kebanggaan kita ini hanya akan disulap menjadi sekadar “kolam cadangan” industri, sementara rakyatnya hanya menonton dari kejauhan?

Perlu saya tegaskan, kami tidak anti terhadap pembangunan. Kami paham bahwa kemajuan daerah membutuhkan investasi dan energi. Namun, kami menginginkan pembangunan yang melihat pada keadilan ekologis. Pembangunan tidak boleh hanya menghitung keuntungan di atas kertas sementara ekosistem di lapangan hancur pelan-pelan. Keadilan ekologis berarti hak alam dan hak masyarakat lokal untuk tetap hidup sejahtera tidak boleh dikorbankan demi putaran turbin semata.

Kita tidak boleh terbuai dengan alasan “hanya sementara” atau “sedang teknis”. Dampak lingkungan tidak mengenal istilah sementara. Sekali ekosistemnya rusak dan mata pencaharian warga terganggu, butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya—itu pun jika bisa.

Baca Juga :  UMP dan UMK Jambi 2026 Resmi Berlaku, Upah Tertinggi Ada di Kota Jambi

Investasi besar dari PLTA KMH seharusnya membawa terang bagi rumah-rumah kita, bukan malah membawa kegelapan bagi masa depan danau kita. Jangan sampai demi mengejar target operasional, marwah dan kedaulatan air masyarakat Kerinci dikorbankan.

Pihak perusahaan dan otoritas terkait jangan hanya sibuk di ruang kendali turbin. Turunlah ke pinggir danau, lihat lumpur yang mengering, dan jawab pertanyaan kami: Kompensasi apa yang sebanding dengan hilangnya air kami? Dan jaminan apa yang bisa diberikan agar danau ini tidak mati saat kalian mulai beroperasi penuh nanti?

Karena bagi kami, Danau Kerinci bukan cuma soal debit air untuk memutar turbin. Danau ini adalah hidup kami.

Berita Terkait

Menerka Karakter Manusia Kerinci
PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.
HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi
‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ
Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden
Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat
Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom
LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB