Jakarta, Porosjambimedia.com– Aksi penyergapan bersenjata berat mengguncang Filipina pada Minggu pagi (25/1). Konvoi Wali Kota Shariff Aguak, Datu Akmad B. Ampatuan Sr., diserang orang tak dikenal menggunakan senjata api berdaya tinggi hingga roket RPG (Rocket-Propelled Grenade).
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat di Jalan Tr, Barangay Mother Poblacion. Saat kejadian, Wali Kota Ampatuan tengah dalam perjalanan menuju kediamannya menggunakan Toyota Land Cruiser hitam bernomor polisi NDJ 9995, yang dikawal sebuah Toyota Hilux abu-abu berpelat LAM 8146 berisi personel pengamanan.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip dari media lokal Filipina, para pelaku menyerang dari sebuah minivan putih. Mereka melepaskan tembakan bertubi-tubi dan menembakkan RPG yang diarahkan langsung ke kendaraan utama dan mobil pengawal.
Meski kendaraan dihujani peluru dan roket, Wali Kota Ampatuan dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Toyota Land Cruiser yang ditumpanginya mengalami kerusakan parah di bagian luar, namun tetap berfungsi melindungi penumpang di dalam. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa kendaraan itu merupakan unit lapis baja.
Baku tembak sempat terjadi ketika personel pengamanan memberikan perlawanan. Seorang anggota pengawal yang berada di atas Toyota Hilux membalas tembakan, memaksa para penyerang melarikan diri ke arah utara. Namun, serangan tersebut mengakibatkan dua personel pengamanan mengalami luka tembak setelah peluru menembus bodi kendaraan pengawal.
Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Jose Melencio Nartatez Jr., menyatakan bahwa penyelidikan intensif tengah dilakukan. Kepolisian akan membentuk Satuan Tugas Investigasi Khusus (SITG) untuk mengumpulkan bukti forensik dari lokasi kejadian, kendaraan, serta jenis senjata yang digunakan pelaku.
PNP menegaskan akan memburu seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik serangan tersebut, dan memastikan para pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku. (Dta)















