Hipotermia Mengintai Pendaki Gunung, Ini Cara Penanganan dan Pencegahannya

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solo, Porosjambimedia.com – Aktivitas mendaki gunung menawarkan pengalaman alam yang menantang sekaligus memacu adrenalin. Namun di balik keindahannya, pendakian menyimpan berbagai risiko serius, salah satunya adalah hipotermia. Kondisi ini kerap dialami pendaki akibat cuaca ekstrem, angin kencang, hingga suhu dingin yang menusuk, terutama di malam hari.

Mengacu pada informasi dari NHS UK, hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Situasi ini dapat terjadi karena tubuh terlalu lama terpapar udara dingin, menggunakan pakaian basah, atau tidak mengenakan perlindungan yang memadai. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat membahayakan nyawa dan memerlukan penanganan medis serius.

Gejala hipotermia umumnya meliputi kulit pucat dan terasa dingin, tubuh menggigil hebat, bicara tidak jelas, napas melambat, kelelahan ekstrem, hingga penurunan kesadaran. Oleh karena itu, penting bagi pendaki untuk memahami cara penanganan hipotermia sesuai tingkat keparahannya.

*Penanganan Hipotermia Ringan hingga Sedang*

Pada kasus hipotermia ringan dan sedang, fokus utama pertolongan pertama adalah menjaga agar suhu tubuh korban tidak terus menurun serta membantu tubuh kembali stabil. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Segera pindahkan korban ke area yang terlindung dari angin dan lebih hangat, seperti tenda.

Baca Juga :  Pelapor tegas tolak damai, kasus dugaan penipuan suami boiyen terus bergulir

2. Lepaskan pakaian basah dan gantikan dengan pakaian kering.

3. Selimuti tubuh korban menggunakan thermal blanket, selimut, atau sleeping bag.

4. Lakukan pemeriksaan tanda vital seperti denyut nadi dan pernapasan.

5. Tambahkan sumber panas, misalnya api unggun dengan jarak aman atau botol berisi air hangat di area leher, ketiak, dan paha.

6. Berikan makanan dan minuman hangat yang manis untuk membantu meningkatkan energi tubuh. Hindari alkohol dan kafein.

7. Ajak korban berkomunikasi agar tetap sadar dan jangan biarkan tertidur.

8. Segera minta bantuan atau evakuasi.

9. Terus pantau kondisi korban hingga pertolongan datang.

*Penanganan Hipotermia Berat*

Hipotermia berat memerlukan penanganan ekstra hati-hati karena kondisi tubuh korban sangat rentan. Penanganannya bertujuan mencegah kehilangan panas lebih lanjut dan menjaga fungsi vital tubuh.

1. Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat dengan gerakan minimal.

2. Tangani korban secara perlahan agar tidak memperberat kerja organ tubuh.

3. Periksa respons korban dengan rangsangan ringan.

4. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering dan jaket tebal.

5. Bungkus tubuh korban secara berlapis menggunakan selimut, thermal blanket, dan sleeping bag dengan ketebalan maksimal.

6. Berikan kompres hangat di area leher, ketiak, dan paha.

Baca Juga :  Sambut Hari Kemerdekaan dan 80 Tahun Polri, Polres Kerinci Gelar Ajang Lari Bergengsi "Presisi Merdeka Run 2026"

7. Segera hubungi tim penyelamat atau bantuan medis.

8. Pantau tanda vital secara berkala.

9. Jika korban mengalami henti jantung, lakukan resusitasi jantung paru (RJP) oleh orang yang terlatih.

*Langkah Pencegahan Hipotermia Saat Mendaki*

Agar terhindar dari risiko hipotermia, pendaki disarankan melakukan persiapan berikut:

1. Membawa pakaian kering cadangan dan menyimpannya dalam plastik kedap air.

2. Menyiapkan makanan tinggi kalori dan karbohidrat.

3. Membawa perlengkapan wajib seperti sleeping bag, jaket hangat, jas hujan, dan pelindung tas.

4. Menghindari penggunaan celana jeans karena sulit kering dan menyimpan dingin.

5. Menggunakan tenda dua lapis untuk perlindungan maksimal.

6. Mendirikan tenda di area aman dan menghindari lembah atau jalur angin.

Dengan pemahaman yang baik dan persiapan matang, risiko hipotermia saat mendaki gunung dapat diminimalkan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan alam bebas. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB