Jakarta, Porosjambimedia.com – Artis dan kreator konten Deddy Corbuzier kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia. Mengawali tahun 2026, Deddy bersama Flux Creative Universe (FCU) menanamkan investasi kepada sejumlah anak muda yang bergerak di berbagai lini bisnis kreatif.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Deddy bertemu dengan 11 mitra muda yang berada di bawah naungan FCU. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi sekaligus pemberian arahan bagi para founder muda yang tengah membangun dan mengembangkan usaha di sektor kreatif.
Deddy menekankan bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang di industri ini. Menurutnya, perbedaan hasil ditentukan oleh kemampuan berpikir kreatif, karakter pribadi, serta kecerdikan dalam membaca peluang.
Ia menyampaikan bahwa persaingan di industri kreatif bukan hanya soal ide, tetapi juga tentang konsistensi dan kekuatan karakter. Anak muda dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Sebagai investor utama Flux Creative Universe, Deddy Corbuzier juga mengumumkan penambahan investasi pada empat agensi digital baru. Tidak hanya itu, perluasan investasi turut menyasar berbagai sektor lain, mulai dari homeless media, drama TikTok, pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan, hingga unit bisnis profesional di platform LinkedIn.
Deddy menilai kreativitas semata tidak cukup untuk bertahan di tengah dinamika industri yang terus berubah. Ia mengingatkan pentingnya memiliki daya tahan mental serta idealisme yang seimbang dengan kemampuan adaptasi.
Menurutnya, kreativitas, kemampuan menyesuaikan diri dengan tren, dan idealisme harus berjalan beriringan agar pelaku industri kreatif tidak mudah tersingkir oleh perubahan zaman.
Flux Creative Universe sendiri mencatat pencapaian signifikan sepanjang 2025. Pada Desember 2025, FCU berhasil meraih Rekor MURI sebagai agensi kreatif dengan akumulasi penonton konten digital terbanyak di Indonesia, mencapai total 2,3 miliar tayangan.
Capaian tersebut diperkuat dengan berbagai kampanye digital yang viral serta raihan empat penghargaan dalam ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025. Rekam jejak tersebut menjadi landasan kuat bagi FCU untuk terus mengembangkan ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama dan investasi ini, Deddy Corbuzier berharap industri kreatif Indonesia dapat memiliki masa depan yang lebih besar dan mampu bersaing di tingkat global. Sementara itu, Founder dan CEO Flux Creative Universe, Yohanes Auri, menyampaikan ambisinya untuk membangun FCU sebagai kekuatan kolaboratif yang menyatukan berbagai elemen kreatif di Tanah Air.
Saat ini, Flux Creative Universe menaungi delapan pilar bisnis kreatif yang saling terintegrasi, meliputi creative agency, homeless media, media buying, production house, drama TikTok, event organizer, digital capital, serta AI dan teknologi. Dengan ekosistem tersebut, FCU menawarkan layanan menyeluruh, mulai dari kampanye digital, proyek viral berbasis UGC, produksi konten komersial, layanan KOL, periklanan digital, hingga penempatan tayangan televisi. (Tin)















