Jakarta, Porosjambimedia.com– Curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada kondisi infrastruktur jalan. Sejumlah ruas utama dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima banyak aduan dari masyarakat terkait kondisi tersebut. Namun, perbaikan jalan secara menyeluruh belum dapat dilakukan selama intensitas hujan masih tinggi karena berisiko merusak kembali hasil penambalan.
Menurut Pramono, berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi hingga 27 Januari 2026. Oleh sebab itu, Pemprov DKI memilih menunggu hingga kondisi cuaca lebih stabil agar perbaikan jalan bisa dilakukan secara efektif dan bertahan lebih lama.
Ia menambahkan bahwa laporan jalan rusak datang dari berbagai lokasi strategis, termasuk koridor Gatot Subroto dan kawasan Slipi. Bahkan, terdapat laporan kecelakaan tunggal akibat pengendara terperosok lubang jalan.
Untuk menekan dampak cuaca ekstrem, Pemprov DKI memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir Januari. Setelah periode tersebut berakhir, pemerintah memastikan akan langsung mengerahkan perbaikan jalan secara masif di berbagai titik.
Sambil menunggu proses perbaikan permanen, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya pada malam hari atau saat hujan, karena kondisi jalan licin dan tidak rata masih berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah lubang jalan masih terlihat di ruas Gatot Subroto, terutama di sekitar Pancoran hingga mendekati kawasan Kuningan. Beberapa titik telah diberi pembatas sementara, namun sebagian lainnya masih terbuka dan dikeluhkan pengendara. (Khy)















