Pakar UI Soroti Risiko BPA dari Galon Polikarbonat Tua yang Masih Beredar

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Keamanan air minum dalam galon guna ulang kembali menjadi sorotan. Galon berbahan polikarbonat (PC) yang telah digunakan bertahun-tahun dinilai berpotensi melepaskan zat berbahaya Bisphenol A (BPA), terutama jika terus dipakai berulang kali tanpa penggantian.

Peringatan tersebut disampaikan ahli polimer Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid. Ia menjelaskan bahwa material polikarbonat tersusun dari rantai polimer yang dapat melemah dan terurai akibat usia pakai, paparan panas, serta proses pencucian berulang. Kondisi ini memungkinkan BPA bermigrasi dari dinding galon ke air minum.

Menurut Prof. Chalid, setiap material memiliki batas aman penggunaan. Pada galon guna ulang, pemakaian yang terlalu lama meningkatkan risiko peluruhan senyawa kimia berbahaya ke dalam air.

Ia menegaskan, galon PC sebaiknya tidak digunakan lebih dari 40 kali pengisian ulang atau sekitar satu tahun pemakaian, dengan asumsi pengisian dilakukan seminggu sekali. Melebihi batas tersebut, peluang migrasi BPA akan semakin besar seiring menurunnya kualitas material galon.

Baca Juga :  Trik Rebus Telur agar Kulitnya Mudah Dikupas, Coba Cara Sederhana Ini!

Kekhawatiran ini diperkuat oleh temuan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang mendapati masih banyak galon berusia lanjut beredar luas di pasaran. Dari pemantauan di puluhan kios wilayah Jabodetabek, lebih dari separuh galon yang digunakan telah berumur di atas dua tahun. Bahkan, sebagian galon tercatat diproduksi lebih dari satu dekade lalu dan masih digunakan hingga kini.

Secara fisik, banyak galon tersebut tampak buram, kusam, dan mengalami perubahan warna, yang menandakan degradasi material. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko pelepasan BPA ke dalam air.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam survei pada 2021–2022 di sejumlah kota besar, BPOM menemukan paparan BPA dari galon guna ulang pada tingkat tertentu telah melampaui ambang batas aman.

Meski demikian, ketentuan pelabelan peringatan bahaya BPA pada galon baru akan diberlakukan penuh pada 2028, meskipun regulasinya telah ditetapkan sejak 2024. Kondisi ini memicu kritik dari kalangan pegiat perlindungan konsumen yang menilai perlindungan publik seharusnya dipercepat.

Baca Juga :  Kondisi Terbaru 803 Korban Dugaan Keracunan MBG di Grobogan

BPA sendiri dikenal sebagai zat pengganggu hormon (endocrine disruptor). Paparan jangka panjang dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, mulai dari gangguan kesuburan, masalah metabolisme, hingga peningkatan risiko penyakit kronis dan gangguan perkembangan janin.

Dengan adanya peringatan ahli, data regulator, serta temuan lapangan, dorongan agar galon berusia tua segera ditarik dari peredaran dan aturan pelabelan dipercepat semakin menguat demi menjamin keselamatan konsumen. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB