ChatGPT Gratis Bakal Tampilkan Iklan, OpenAI Siapkan Skema Baru Monetisasi

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Porosjambimedia.com– OpenAI bersiap menghadirkan iklan komersial pada layanan ChatGPT versi gratis. Kebijakan ini akan mulai diuji coba secara terbatas kepada pengguna dewasa yang telah login di Amerika Serikat. Langkah tersebut menandai perubahan besar dalam strategi monetisasi layanan kecerdasan buatan yang selama ini dikenal bebas iklan.

Selain pengujian iklan, OpenAI juga memperkenalkan paket langganan baru bernama ChatGPT Go dengan biaya USD 8 per bulan. Paket ini berada di bawah harga langganan Plus dan Pro, namun tetap menyertakan iklan. Sementara itu, pengguna berbayar kategori Plus, Pro, serta pelanggan bisnis dipastikan tidak akan melihat iklan dalam layanan mereka.

CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya dikenal kritis terhadap konsep iklan di ChatGPT. Namun, keputusan ini diambil seiring kebutuhan perusahaan untuk memperkuat pendapatan dari ratusan juta pengguna aktif bulanan. OpenAI sendiri tengah menghadapi komitmen investasi infrastruktur kecerdasan buatan senilai USD 1,4 triliun dalam delapan tahun mendatang.

Baca Juga :  Dandim 0417/Kerinci Dampingi Danrem 042/Gapu Silaturahmi dengan Bupati Kerinci.

Perusahaan memperkirakan pendapatan mereka akan mencapai sekitar USD 20 miliar pada akhir 2025. Untuk mendukung target tersebut, OpenAI mulai mengembangkan berbagai fitur komersial, termasuk sistem belanja langsung yang memungkinkan pengguna membeli produk dari mitra ritel melalui ChatGPT.

*Iklan Disesuaikan dengan Minat Pengguna*

Dalam skema yang direncanakan, iklan akan ditampilkan di bagian bawah jawaban ChatGPT dan diberi label “disponsori”. OpenAI menegaskan bahwa iklan tidak akan memengaruhi isi jawaban chatbot, yang tetap dirancang berdasarkan manfaat objektif bagi pengguna.

Pendekatan ini memungkinkan iklan ditampilkan secara relevan dengan konteks percakapan. Misalnya, pengguna yang meminta rekomendasi perjalanan berpotensi melihat promosi hotel, transportasi, atau hiburan. Meski demikian, OpenAI menyatakan tidak akan menjual data maupun percakapan pengguna kepada pengiklan.

*Pembatasan Iklan dan Isu Privasi*

OpenAI juga menetapkan batasan ketat terkait topik sensitif. Iklan tidak akan ditampilkan dalam percakapan yang berkaitan dengan kesehatan, kesehatan mental, atau isu politik. Selain itu, sistem akan memblokir iklan bagi pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.

Baca Juga :  Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja, Sektor Informal Masih Dominan

Langkah ini dinilai berpotensi memicu perdebatan, mengingat interaksi dengan chatbot AI kerap bersifat personal. Karena itu, OpenAI mengaku akan berhati-hati dalam memastikan iklan yang ditampilkan tidak berbahaya atau menyesatkan.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut pengembangan iklan berbasis AI diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih relevan dibanding iklan digital konvensional. Pengguna bahkan dapat langsung mengajukan pertanyaan lanjutan sebelum memutuskan pembelian.

Tren integrasi iklan dalam layanan AI diperkirakan akan terus berkembang. Sebelumnya, perusahaan teknologi lain juga mulai memanfaatkan data interaksi chatbot untuk menampilkan iklan yang lebih personal kepada penggunanya. (Ai)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB