Jakarta, Porosjambimedia.com – Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet pada 28 Desember 2025, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah melalui proses evakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah Syafiq telah dimakamkan di kampung halamannya.
Berikut rangkuman lima fakta penting terkait penemuan dan evakuasi Syafiq Ali:
1. Evakuasi Dialihkan Melalui Jalur Purbalingga
Tim SAR awalnya merencanakan evakuasi jenazah melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang. Namun, jalur tersebut kemudian dialihkan ke Basecamp Gunung Malang, Purbalingga, karena dinilai lebih dekat dan lebih aman bagi tim penolong.
Perubahan rute dilakukan setelah mempertimbangkan posisi regu evakuasi yang lebih dekat dengan jalur Gunung Malang.
2. Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga
Jenazah Syafiq Ali tiba di Basecamp Gunung Malang sekitar pukul 14.25 WIB dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk menjalani pemeriksaan medis.
Proses identifikasi dan visum dilakukan oleh pihak kepolisian setempat untuk memastikan kondisi dan penyebab kematian korban.
3. Keluarga Ikhlas atas Kepergian Korban
Ayah Syafiq Ali, Dani Rusman, tampak tegar saat menyaksikan proses evakuasi jenazah putranya. Ia menyampaikan rasa ikhlas serta ucapan terima kasih kepada seluruh tim SAR, relawan, dan masyarakat yang telah membantu pencarian selama lebih dari dua pekan.
Menurutnya, semua yang terjadi merupakan kehendak Tuhan dan ia menghargai perjuangan seluruh pihak yang terlibat.
4. Diperkirakan Meninggal Sekitar Dua Pekan
Hasil pemeriksaan medis di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga menunjukkan bahwa kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut dan dikerumuni belatung.
Tim dokter memperkirakan Syafiq Ali telah meninggal dunia sekitar 14 hingga 15 hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
5. Dimakamkan di Kota Magelang
Jenazah Syafiq Ali tiba di Kota Magelang pada Kamis malam dan langsung disemayamkan di masjid dekat rumah duka. Setelah disalatkan oleh keluarga dan pelayat, korban kemudian dimakamkan.
Sejumlah pejabat daerah serta perwakilan relawan turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. (Dla)















