Semarang, Porosjambimedia.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menyampaikan perkembangan terbaru terkait ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara umum, kondisi para korban dilaporkan terus membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko, mengatakan keluhan utama seperti mual dan diare pada sebagian besar pasien sudah berkurang.
“Mual sudah menurun, perut masih terasa mules, dan frekuensi buang air besar juga berkurang,” ujar Djatmiko melalui pesan singkat, Selasa (13/1/2026).
Djatmiko menjelaskan, sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa saat ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium. Menu yang diduga menjadi sumber keracunan tersebut terdiri dari nasi kuning, telur dadar, tempe orek, dan abon.
“Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam 7 sampai 10 hari. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami dari Dinas Kesehatan sedang melakukan asesmen terkait penyebab keracunan di Grobogan,” kata Sumarno saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (13/1).
Sumarno menambahkan, meskipun sebagian korban sempat menjalani perawatan medis, kondisi mereka relatif stabil.
“Beberapa memang membutuhkan penanganan medis, tetapi mudah-mudahan tidak ada dampak serius,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman kasus serupa sebelumnya, Sumarno menduga keracunan makanan kerap disebabkan oleh faktor pengolahan dan penyajian yang kurang tepat.
“Biasanya berkaitan dengan makanan yang basi, waktu penyajian yang terlalu lama, atau masalah kebersihan bahan dan proses pengolahan,” tuturnya.
Terkait kemungkinan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia MBG, Sumarno menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Soal sanksi ada di ranah BGN. Saat ini pihak BGN juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas kasus ini,” katanya.
*Sebanyak 803 Orang Terdampak*
Dinas Kesehatan Grobogan mencatat total 803 orang terdampak dalam kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug sejak pertama kali dilaporkan.
“Total terdampak ada 803 orang,” kata Djatmiko saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 688 orang telah dinyatakan sembuh dan tidak lagi mengalami keluhan kesehatan.
“Sisanya sempat menjalani perawatan di puskesmas, pondok, maupun rumah sakit,” jelasnya.
Djatmiko merinci, sebanyak 115 orang sempat dirawat inap. Hingga hari ini, 61 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 54 orang masih menjalani perawatan lanjutan.
“Kondisinya stabil dan terus dipantau,” pungkasnya. (Ai)














