Mual dan Pusing Saat Membaca Buku Bertema Trauma? Psikiater Tegaskan Ini Respons Alami Tubuh

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Memoar Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans menuai perhatian luas di media sosial. Buku tersebut mengisahkan pengalaman traumatis Aurelie yang menjadi korban grooming sejak usia remaja. Alih-alih sekadar merasa sedih, sejumlah pembaca justru mengaku mengalami reaksi fisik seperti mual, pusing, sesak napas, bahkan ingin muntah saat membaca beberapa bagian buku.

Unggahan pengalaman tersebut ramai dibagikan di TikTok dan platform media sosial lain. Banyak pembaca menyebut harus berhenti membaca di tengah jalan karena tubuh terasa tidak nyaman dan emosi menjadi kacau.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan di kalangan warganet: apakah reaksi fisik seperti itu normal, atau justru berlebihan?

Spesialis kedokteran jiwa, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menjelaskan bahwa respons tersebut merupakan hal yang wajar dan memiliki penjelasan ilmiah. Ia menyebut kondisi ini berkaitan dengan apa yang disebut sebagai trauma trigger.

Baca Juga :  DPR RI Kecam Aksi Bonnie Blue yang Diduga Merendahkan Bendera Merah Putih

 

“Pada sebagian orang, terutama yang pernah memiliki pengalaman serupa atau luka emosional yang belum pulih, otak tidak memproses cerita sebagai kisah orang lain. Otak membacanya sebagai ancaman nyata,” jelas dr Lahargo saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, bagian otak bernama amigdala—yang berfungsi sebagai sistem alarm bahaya—akan langsung aktif. Tubuh kemudian masuk ke mode fight, flight, atau freeze, sehingga memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.

Dampaknya bisa berupa mual, pusing, jantung berdebar, napas menjadi pendek, kecemasan meningkat, hingga muncul rasa tidak aman, meski pemicunya hanya dari bacaan.

“Ini bukan reaksi berlebihan, bukan tanda mental lemah, apalagi kurang iman. Ini adalah respons biologis tubuh terhadap trauma yang belum selesai,” tegasnya.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Terpicu?

Dr Lahargo menyarankan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan bacaan ketika reaksi tersebut muncul.

Baca Juga :  Garuda Muda Amankan Tiket Final Piala AFF Futsal U-16 Usai Tahan Imbang Thailand

“Dalam psikologi trauma, memaksa diri untuk ‘kuat’ justru dapat memperparah luka emosional,” ujarnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menghentikan sementara paparan konten yang memicu

2. Melakukan teknik grounding, seperti menarik napas perlahan dan menyadari kondisi sekitar

3. Mengalihkan diri pada aktivitas yang memberi rasa aman

4. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya

5. Mencari bantuan profesional bila gejala terasa berat atau berulang

Ia menegaskan bahwa mencari bantuan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menjaga kesehatan mental. (Ai)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB