Jakarta, Porosjambimedia.com- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan berupa ratusan gerobak dorong serta logistik pangan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan pemulihan pasca bencana. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung kegiatan pembersihan wilayah terdampak serta menghidupkan kembali roda pemerintahan dan ekonomi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera menyampaikan bahwa Aceh Tamiang termasuk daerah dengan tingkat kerusakan cukup signifikan. Namun, ia mengapresiasi progres pemulihan yang mulai terlihat di berbagai sektor.
Ia menyebut aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan, sementara kegiatan ekonomi masyarakat perlahan pulih. Sejumlah fasilitas publik seperti pasar, warung makan, restoran, hingga stasiun pengisian bahan bakar telah kembali beroperasi.
Bantuan yang disalurkan meliputi 456 unit gerobak dorong yang akan digunakan untuk membersihkan lumpur dan sisa material bencana, terutama di kawasan permukiman padat dan gang sempit. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 1.300 dus mi instan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan di area parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Tito menegaskan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan fungsi pemerintahan berjalan optimal serta aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal. Menurutnya, kantor pemerintahan memiliki peran vital sebagai pusat pengambilan kebijakan dan pengelolaan sumber daya daerah.
Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah pusat telah mengucurkan dukungan anggaran tahap awal bagi Aceh Tamiang. Dana tersebut disalurkan terlebih dahulu agar daerah dapat segera bergerak, sementara proses administrasi menyusul kemudian.
Ia mendorong pemerintah daerah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara guna menjaga daya beli masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi. Selanjutnya, anggaran dapat dialokasikan untuk perbaikan gedung pemerintahan yang rusak serta pengadaan sarana pendukung kerja seperti perabot kantor dan perangkat teknologi.
Selain bantuan anggaran, Kementerian Dalam Negeri juga menugaskan dua pejabat pengelola keuangan daerah untuk mendampingi Pemkab Aceh Tamiang, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan koordinasi bersama DPRD agar proses pengambilan keputusan berjalan cepat dan tetap akuntabel.
Sebagai langkah lanjutan, Tito mengungkapkan rencana penambahan personel dari unsur TNI dan Polri guna membantu kegiatan pembersihan dari rumah ke rumah. Pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan tambahan berupa ribuan pasang sepatu bot yang masih dalam proses pengiriman untuk menunjang aktivitas di wilayah yang masih berlumpur. (Khy)















