Mendagri Tito Karnavian Pimpin Langkah Awal Percepatan Pemulihan Bencana di Pulau Sumatra

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.comMenteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian segera mengambil langkah strategis dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Usai ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Tito langsung memulai proses pemetaan kondisi lapangan.

Langkah awal tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta jajaran TNI yang tergabung dalam struktur Satgas. Pertemuan digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri sebagai pusat konsolidasi awal.

Tito menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi perkembangan pascatanggap darurat di daerah terdampak. Dari hasil pemetaan sementara, sebagian wilayah telah menyelesaikan fase darurat, sementara beberapa daerah lainnya masih membutuhkan perpanjangan masa penanganan darurat.

Baca Juga :  Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final

Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 50 kabupaten dan kota di tiga provinsi yang terdampak bencana. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait telah melakukan langkah masif sejak awal, mulai dari pembukaan akses transportasi, pemulihan jembatan, penyediaan layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar daerah telah mengalami kemajuan berarti. Aktivitas pemerintahan kembali berjalan, konektivitas antarwilayah mulai pulih, layanan pendidikan dan kesehatan kembali beroperasi, serta kegiatan ekonomi masyarakat berangsur normal.

Meski demikian, Tito menegaskan masih ada sejumlah wilayah yang memerlukan penanganan intensif. Di Aceh, misalnya, beberapa kabupaten masih berada dalam tahap pemulihan lanjutan. Kondisi serupa juga ditemui di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang mengalami dampak cukup berat.

Pemerintah terus memprioritaskan pemulihan infrastruktur, khususnya jaringan jalan nasional dan daerah. Sebagian besar ruas jalan utama telah kembali terhubung, sementara perbaikan jalan provinsi dan kabupaten masih berlangsung secara bertahap dengan dukungan Kementerian PU, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  MTN Wave Jadi Panggung Strategis Penguatan Talenta Seni Budaya Menuju Indonesia Emas 2045

Selain infrastruktur, percepatan pendataan rumah rusak menjadi perhatian utama. Pemerintah tengah melakukan verifikasi agar bantuan perbaikan rumah dapat segera disalurkan dan jumlah pengungsi dapat ditekan. Untuk mempercepat proses di lapangan, Tito mengusulkan pelibatan tambahan personel dari unsur TNI, Polri, ASN, serta mahasiswa sekolah kedinasan.

Sebagai penguatan koordinasi, pemerintah akan mengoperasikan dua posko utama pemulihan bencana di Jakarta dan Banda Aceh. Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat kendali dan informasi yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan alur data dan keputusan berjalan cepat dan terintegrasi. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB