Jakarta, Porosjambimedia.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai akan dimulai dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan proses pembongkaran tersebut tidak akan menyebabkan penutupan ruas jalan sehingga aktivitas lalu lintas tetap berjalan seperti biasa.
Menurut Pramono, pelaksanaan pembongkaran dijadwalkan berlangsung pada pertengahan pekan depan dan akan ditangani langsung oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema teknis berdasarkan pengalaman pembongkaran proyek infrastruktur serupa agar tetap mengedepankan aspek keselamatan publik.
Ia menambahkan, seluruh proses akan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di titik-titik padat kendaraan.
Pramono juga menegaskan bahwa pembongkaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran secara mandiri, namun tidak ada realisasi hingga tenggat waktu yang ditetapkan berakhir.
Saat ini, tercatat sekitar 90 tiang monorel masih berdiri di sejumlah ruas jalan utama Jakarta, mulai dari kawasan HR Rasuna Said hingga Asia Afrika. Tiang-tiang tersebut merupakan sisa proyek monorel yang pembangunannya dimulai pada awal 2000-an namun tidak pernah rampung.
Proyek monorel Jakarta sendiri pertama kali dicanangkan pada 2004 dan sempat menjadi simbol ambisi transportasi massal ibu kota. Namun kendala pendanaan dan sengketa investasi membuat proyek tersebut terhenti dan menyisakan struktur beton yang mangkrak selama lebih dari satu dekade.
Dengan pembongkaran ini, Pemprov DKI berharap wajah kota menjadi lebih tertata serta ruang jalan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. (Hst)















