Trump Klaim Warga Kuba Tewas Saat Melindungi Maduro dalam Operasi AS di Venezuela

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington DC , Porosjambimedia.com– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa sejumlah warga Kuba dilaporkan meninggal dunia dalam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurut Trump, korban tersebut berasal dari pihak Kuba yang selama ini memiliki hubungan erat dengan pemerintah Venezuela.

Mengutip laporan AFP pada Minggu (4/1/2026), Venezuela dan Kuba dikenal sebagai sekutu lama di kawasan Amerika Latin. Kedua negara tersebut menganut ideologi komunis dan sama-sama menghadapi tekanan berupa sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Selama bertahun-tahun, Kuba disebut sangat bergantung pada Venezuela, khususnya dalam hal bantuan ekonomi dan pasokan energi. Menjelang operasi militer AS pada Sabtu (3/1), sejumlah media Amerika melaporkan bahwa Maduro mendapat perlindungan ketat dari penasihat serta pengawal asal Kuba.

Baca Juga :  Ombudsman Jambi Adakan Rapat Penyelesaian Laporan dan Penyusunan LHP

Hingga saat ini, baik pemerintah Venezuela maupun Amerika Serikat belum mengumumkan secara resmi jumlah korban jiwa dalam operasi tersebut. Trump hanya memastikan bahwa tidak ada warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban.

Dalam wawancaranya dengan The New York Post, Trump menyatakan bahwa banyak warga Kuba tewas karena berupaya melindungi Maduro. Ia menilai tindakan tersebut sebagai keputusan yang keliru.

Trump juga menyinggung ketergantungan Kuba terhadap Venezuela, terutama dari sisi ekonomi. Menurutnya, hubungan tersebut justru membawa dampak buruk bagi Kuba dalam situasi ini.

Baca Juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD Laksanakan Sholat Idul Adha 1447 H Bersama Masyarakat

Selain itu, Trump menyampaikan peringatan kepada pemerintah Kuba di Havana. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melakukan serangan terhadap Kuba dan mengklaim bahwa negara tersebut tengah menghadapi kondisi internal yang sulit. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:47 WIB

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Jumat, 11 September 2026 - 22:50 WIB

HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi

Senin, 7 September 2026 - 10:27 WIB

‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:06 WIB

Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:13 WIB

LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemimpin Viral Belum Tentu Pemimpin Ideal

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB