Indonesia Tanggapi Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS, Tekankan Dialog dan Hukum Internasional

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Pemerintah Indonesia memberikan respons resmi terkait penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik secara damai melalui dialog serta kepatuhan terhadap hukum internasional.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun resmi X Kemlu RI pada Senin (5/1/2025), Indonesia menyerukan seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hukum humaniter internasional.

Kemlu RI juga menekankan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi konflik. Keselamatan dan hak-hak masyarakat sipil, menurut Indonesia, wajib dijamin tanpa pengecualian.

Selain itu, Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi di Venezuela akibat operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Maduro. Indonesia menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan.

Baca Juga :  Ditemukan Terlantar di Bantaran Sungai Cigudeg, Mobil Boks di Bogor Terungkap Kendaraan Curian

Kemlu menegaskan bahwa penggunaan atau ancaman kekuatan dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, melemahkan prinsip kedaulatan negara, serta merusak upaya diplomasi global.

Indonesia juga mengajak komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menentukan masa depan bangsa mereka secara mandiri, tanpa intervensi eksternal.

Latar Belakang Operasi AS di Venezuela

Penangkapan Nicolas Maduro dilakukan setelah operasi militer besar-besaran AS yang menyasar sejumlah lokasi strategis di Venezuela. Operasi tersebut merupakan puncak tekanan berbulan-bulan dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap pemerintah Venezuela.

Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat, menyusul serangan pasukan AS. Pemerintah AS menyatakan tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Maduro. Setelah penangkapan, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dilaporkan dibawa ke Amerika Serikat.

Baca Juga :  Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar

Presiden Trump sebelumnya menuduh Maduro memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba dan menyalahkannya atas maraknya peredaran narkotika yang berdampak pada ribuan kematian warga AS. Sejak September 2025, pasukan AS juga dilaporkan telah melakukan puluhan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela.

Sejumlah pakar hukum internasional menilai tindakan AS tersebut berpotensi melanggar hukum nasional AS maupun hukum internasional. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB