Dorong Swasembada Berkelanjutan, Mentan Amran Bangun Ekosistem Pangan dari Hulu ke Hilir

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mengakselerasi penguatan ketahanan pangan nasional dengan pendekatan baru yang lebih menyeluruh. Upaya mencapai swasembada pangan kini tidak lagi berfokus pada program jangka pendek, melainkan diarahkan pada pembangunan ekosistem pangan yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis kepastian usaha.

Akademisi Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai langkah strategis yang ditempuh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menunjukkan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola sektor pertanian Indonesia.

Menurut Makky, pemerintah kini tidak hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai penggerak sistem yang memastikan rantai produksi pangan berjalan efektif dari hulu hingga hilir.

“Strategi yang dijalankan sudah menyerupai pendekatan bisnis modern. Program pertanian tidak lagi dipandang sebagai proyek pemerintah semata, melainkan dirancang dengan skala usaha yang jelas dan berkelanjutan,” ujar Makky dalam sebuah diskusi, Minggu (28/12/2025).

Ia menjelaskan, fokus utama kebijakan tersebut adalah menciptakan kepastian bagi pelaku usaha tani. Kepastian ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas pasokan, serta memperkuat posisi petani dalam sistem pangan nasional.

Baca Juga :  Pemerintah Wacanakan Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan

Penguatan ekosistem pangan dilakukan melalui berbagai kebijakan terintegrasi, mulai dari penyediaan pupuk dan benih, modernisasi alat mesin pertanian, hingga perbaikan infrastruktur seperti irigasi dan drainase. Pemerintah juga menjalankan program optimasi dan rehabilitasi lahan guna memastikan lahan pertanian tetap produktif di tengah tantangan perubahan iklim.

“Produktivitas bisa meningkat signifikan jika suplai air terjamin dan sistem tata kelola lahan berjalan baik, baik saat musim kemarau maupun curah hujan tinggi,” jelasnya.

Selain itu, penyederhanaan birokrasi menjadi salah satu kunci transformasi sektor pertanian. Akses petani terhadap pupuk bersubsidi, benih unggul, serta bantuan alat dan mesin pertanian kini dibuat lebih mudah dan cepat.

“Rantai layanan yang lebih pendek membuka peluang bagi petani yang sebelumnya sulit mengakses fasilitas pemerintah. Ini berdampak langsung pada peningkatan produksi dan partisipasi masyarakat,” tambah Makky.

Pemerintah juga aktif mengawal distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan. Melalui pengelolaan cadangan pangan dan pengawasan pasar, fluktuasi harga dapat ditekan sehingga produsen dan konsumen sama-sama terlindungi.

Baca Juga :  Pengemudi Yaris Emosi dan Tantang Pengendara di Tol Japek

Menurut Makky, salah satu instrumen penting lainnya adalah pemberian insentif berupa penjaminan harga hasil panen. Skema ini memberi kepastian keuntungan bagi petani, sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi.

“Dengan harga yang terjamin, petani memiliki kepastian pendapatan di akhir musim tanam. Ini menjadi kunci dalam menjaga semangat produksi,” katanya.

Pendekatan berbasis ekosistem ini dinilai memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kepercayaan pelaku usaha tani dan regenerasi petani muda. Kebijakan tersebut diyakini mampu membentuk sektor pangan nasional yang lebih mandiri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB