Menjelang Pergantian Tahun, Dolar AS Diproyeksi Melemah: Ini Faktor Pemicunya

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan menghadapi tekanan menjelang akhir tahun 2025. Pada sisa hari perdagangan terakhir sebelum Tahun Baru 2026, mata uang Negeri Paman Sam diproyeksikan bergerak melemah seiring perubahan sentimen pasar global.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan indeks Dolar berpotensi turun hingga mendekati level 97,5. Sementara itu, terhadap rupiah, Dolar diprediksi bergerak dalam rentang Rp16.740 hingga Rp16.820, dengan kecenderungan fluktuasi terbatas akibat minimnya aktivitas pasar selama libur panjang.

Menurut Ibrahim, pelemahan Dolar tidak terlepas dari melemahnya data ekonomi Amerika Serikat, khususnya laju inflasi yang terus menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali mengambil kebijakan pelonggaran moneter.

Baca Juga :  Thailand Tingkatkan Skrining Wisatawan Asing Usai Muncul Kasus Virus Nipah di India

“Inflasi yang melandai menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa suku bunga acuan masih berpotensi diturunkan di awal 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025).

Selain faktor data ekonomi, dinamika kebijakan moneter AS juga dipengaruhi oleh perubahan kepemimpinan The Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026. Pasar menilai kepemimpinan baru berpeluang mengadopsi kebijakan suku bunga rendah demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ibrahim menambahkan, ekspektasi pasar semakin menguat dengan adanya dorongan politik agar The Fed lebih akomodatif terhadap pemulihan ekonomi domestik. Sentimen ini membuat Dolar kurang menarik sebagai aset lindung nilai jangka pendek.

Baca Juga :  Indonesia Pemasok Sabun Terbesar Kedua di Mesir

Dengan berbagai faktor tersebut, pasar keuangan global diperkirakan akan tetap berhati-hati hingga memasuki awal tahun 2026, sembari menunggu arah kebijakan moneter lanjutan dari Amerika Serikat. (Hst)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB