Jakarta, Porosjambimedia.com– Otoritas Thailand mulai memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk internasional setelah India melaporkan sejumlah kasus virus Nipah. Bandara Internasional Phuket menjadi salah satu lokasi utama penerapan kewaspadaan, mengingat tingginya jumlah wisatawan asing yang datang ke pulau tersebut.
Direktur Bandara Internasional Phuket, Monchai Tanode, menyatakan pihaknya telah menerima laporan awal dari petugas karantina bandara terkait perkembangan virus Nipah di India. Berdasarkan laporan tersebut, bandara meningkatkan pemantauan terhadap penumpang internasional dari wilayah tertentu.
Meski belum ada kebijakan tambahan yang diberlakukan secara nasional, Pos Karantina Bandara Phuket menyebutkan bahwa otoritas masih menunggu instruksi resmi dari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand. Arahan tersebut akan menentukan apakah diperlukan langkah lanjutan di area imigrasi, baik di Phuket maupun bandara lain di seluruh Thailand.
Bandara Internasional Phuket setiap hari melayani sekitar 10.000 hingga 20.000 penumpang kedatangan. Wisatawan asal India tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar kunjungan asing. Jika digabungkan dengan penumpang keberangkatan, total pergerakan harian bandara mencapai 30.000 hingga 40.000 orang.
Petugas kesehatan bandara kini memberikan perhatian khusus kepada penumpang yang tiba dari wilayah timur India, seperti Kolkata dan Benggala Barat, yang dilaporkan menjadi lokasi munculnya kasus terbaru virus Nipah.
Selain memperketat pengawasan di bandara, pihak pengelola juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Phuket dan Provinsi Phangnga. Kerja sama ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini wisatawan yang mencari perawatan medis dengan gejala yang berpotensi mengarah pada infeksi virus Nipah.
Pengawasan serupa juga diterapkan terhadap penerbangan evakuasi medis dari India. Setiap kasus akan dipantau secara ketat oleh pejabat yang menangani penyakit menular lintas negara guna mencegah risiko penyebaran internasional.
Di Pattaya, Provinsi Chon Buri, sejumlah pelaku pariwisata mengaku waspada menyusul kabar konfirmasi kasus virus Nipah di India dan penerapan karantina di Benggala Barat. Kendati demikian, aktivitas wisata di kawasan utama seperti Walking Street Pattaya Selatan masih berjalan normal tanpa pembatasan khusus.
Seorang pengemudi kendaraan sewaan, Chatchai Khumchum, mengatakan dirinya tetap bekerja melayani wisatawan asing sambil menerapkan langkah pencegahan pribadi, seperti memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan memilih makanan yang dimasak segar.
Para pakar kesehatan menegaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berbeda dengan Covid-19. Virus ini umumnya menyebar dari hewan ke manusia melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, terutama kelelawar buah. (Dta)















