Islamabad, Porosjambimedia.com – Pemerintah Pakistan melancarkan serangan terarah ke tujuh titik yang diduga menjadi markas kelompok militan di kawasan perbatasan dengan Afghanistan. Operasi tersebut disebut sebagai langkah balasan atas serangkaian aksi bom bunuh diri yang mengguncang ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan yang dikutip AFP, Minggu (22/2/2026), disebutkan bahwa serangan dilakukan berdasarkan data intelijen. Targetnya adalah kamp dan tempat persembunyian milik Taliban Pakistan beserta jaringan afiliasinya.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melalui akun media sosial X menyatakan bahwa operasi tersebut juga menyasar kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Namun, pemerintah tidak merinci lokasi pasti maupun dampak kerusakan dari serangan tersebut.
Langkah militer ini dilakukan menyusul ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu, serta serangan serupa lainnya di wilayah barat laut Pakistan. Serangan di masjid tersebut diklaim oleh Islamic State dan menewaskan sedikitnya 31 orang serta melukai lebih dari 160 lainnya. Insiden itu menjadi salah satu yang paling mematikan di Islamabad sejak tragedi pemboman Hotel Marriott pada 2008.
Pemerintah Pakistan menuding otoritas Taliban di Afghanistan membiarkan wilayahnya dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan militan. Ketegangan antara kedua negara pun terus meningkat, ditandai dengan bentrokan bersenjata di sepanjang perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. (Dta)















