Agam, Porosjambimedia.com – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus dilakukan secara intensif. Salah satu akses vital penghubung Maninjau–Lubuk Basung kini kembali dapat dilalui kendaraan sejak Kamis (25/12/2025), meskipun arus lalu lintas masih diberlakukan secara bergantian.
Sistem buka-tutup terpaksa diterapkan lantaran sebagian badan jalan masih dipenuhi lumpur dan bebatuan sisa material banjir bandang yang sebelumnya menutup akses utama tersebut. Demi menjamin keselamatan pengguna jalan, petugas gabungan terus melakukan pembersihan secara bertahap.
Puluhan personel TNI dari Kodim 0304/Agam bersama Batalyon TP 897 Singgalang diterjunkan langsung ke lokasi. Dengan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur tebal dan material keras yang menghambat jalur transportasi serta fasilitas umum di sekitar kawasan terdampak.
Meski hanya menggunakan peralatan sederhana, proses pembersihan berjalan berkelanjutan. Perlahan namun pasti, badan jalan mulai terbuka dan kendaraan sudah dapat melintas, meski pengendara diimbau untuk bersabar karena antrean masih terjadi akibat sistem pengaturan lalu lintas.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas, kendaraan dari Jorong Pasa, Nagari Maninjau menuju Lubuk Basung diarahkan melintas secara bergantian melalui jalur utama Jorong Pasa Muaro Pisang, Kecamatan Tanjung Raya.
Pelda Yusrizal, anggota Kodim 0304/Agam, menyampaikan bahwa prioritas utama pembersihan difokuskan pada jalan penghubung utama agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal.
“Setelah banjir bandang susulan, TNI bersama warga melaksanakan gotong royong membersihkan material yang menutup jalan. Saat ini lalu lintas masih diberlakukan buka-tutup demi keamanan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Tak hanya membersihkan jalan, petugas gabungan bersama warga setempat juga membantu membersihkan rumah-rumah penduduk yang terendam lumpur. Material banjir di dalam dan sekitar rumah diangkut secara manual agar hunian bisa segera ditempati kembali.
Tercatat sedikitnya 15 rumah warga terdampak banjir bandang, menyebabkan aktivitas masyarakat sempat lumpuh. Hingga kini, proses pembersihan masih berlangsung dan warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta kemungkinan banjir susulan. (Hst)















