Jakarta, Porosjambimedia.com – Pemerintah pusat menyiapkan skema bantuan menyeluruh bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera. Selain pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, setiap keluarga korban bencana juga akan menerima bantuan tunai khusus untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) yang diperuntukkan bagi pengadaan perlengkapan dasar rumah tangga, seperti peralatan dapur, meja, kursi, dan kebutuhan penunjang lainnya.
“Bantuan ini ditujukan untuk membantu korban mengisi rumah setelah menempati hunian sementara atau hunian tetap. Nilainya sebesar Rp3 juta per keluarga,” ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, besaran bantuan tersebut masih mengacu pada indeks bantuan tahun 2020 dan berpotensi disesuaikan sesuai kebijakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Bantuan Terpadu Pasca-Hunian
Gus Ipul menegaskan, bantuan dana isi rumah akan disalurkan setelah warga terdampak resmi menempati hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap). Saat ini, Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta BNPB terkait penyediaan hunian tersebut.
“Begitu masyarakat menempati hunian, dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga akan segera diberikan,” tambahnya.
2.603 Hunian Tetap Dibangun Tanpa APBN
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah akan membangun 2.603 unit hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Sumatera, yang mencakup Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Menariknya, pembangunan tersebut dilakukan tanpa menggunakan dana APBN.
“Pembangunan hunian tetap kita mulai bulan ini. Sumber pendanaan berasal dari dukungan pihak swasta dan donasi pribadi,” ujar Maruarar.
Dari total hunian tersebut, 2.500 unit didukung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit merupakan bantuan pribadi Maruarar Sirait.
Groundbreaking Dimulai Akhir Desember
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, mengungkapkan bahwa pembangunan tahap awal akan dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Minggu, 21 Desember 2025.
“Target awal pembangunan dimulai dengan 103 unit rumah. Untuk lokasi, masih kami pastikan lahan yang benar-benar siap dan bebas sengketa,” jelas Fitrah.
Lokasi pembangunan tahap awal direncanakan berada di wilayah Sibolga, Tapanuli Utara, atau Tapanuli Tengah, sementara 2.500 unit rumah dari pihak swasta akan dialokasikan sebanyak 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumatera Utara, dan 600 unit di Sumatera Barat.
Pemerintah berharap bantuan hunian dan dukungan pemenuhan isi rumah ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana serta mendorong mereka kembali menjalani aktivitas secara normal. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : detik.Com















