Skandal integritas kesehatan, Koordinator BEM NUSANTARA JAMBI buka suara.

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadhil : Kesehatan masyarakat terancam, Konsistensi Lembaga Pengawasan dipertaruhkan!

KERINCI, Porosjambimedia.com– BEM Nusantara Daerah Jambi mendesak dan menuntut lembaga pengawasan pemerintah segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan audit Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.

Temuan ini berpusat pada pendistribusian obat-obatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada Agustus 2025 yang mencakup stok dengan masa kedaluwarsa (Expired Date/ED) antara Oktober 2023 hingga Oktober 2025.

Berdasarkan Kajian akademis Bem Nusantara, ini merupakan Pelanggaran Standar Logistik dan Risiko Kesehatan Publik terkait Pendistribusian obat yang hampir atau telah melewati batas kedaluwarsa pada Agustus 2025 merupakan indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dan disengaja dalam manajemen rantai pasok farmasi publik di tingkat kabupaten. Tindakan ini secara langsung melanggar prinsip dasar keselamatan dan keamanan farmasi. Ucap Besita Azhani Presiden Mahasiswa STIKES BIS Sungai penuh

Lanjutnya, “Obat yang tidak memenuhi standar masa simpan (shelf life) saat didistribusikan berpotensi kehilangan efikasi terapeutik, yang berarti pelayanan kesehatan yang diberikan menjadi sia-sia, dan pada kasus tertentu, dapat membahayakan pasien.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jambi, Fadhil Ikhsan Mahendra, Menegaskan.

“Ini adalah bentuk kejahatan birokrasi yang mengorbankan keselamatan rakyat. Kami menduga kuat ada unsur moral dan kesengajaan dalam pengadaan barang murah yang akhirnya didistribusikan mendekati masa kedaluwarsa. DPRD, Inspektorat dan BPK serta Masyarakat harus segera membongkar tuntas skandal akuntabilitas publik ini.”

Baca Juga :  JPU Banding Putusan Kasus Pembongkaran Bollard, Perkara Fahruddin Berlanjut ke Pengadilan Tinggi Jambi

Lanjutnya, Skandal distribusi ini diperkuat dengan dugaan bahwa tindakan tersebut terkoneksi pada dugaan korupsi, ini merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan pengadaan barang dengan harga miring yang mengabaikan kualitas dan masa efektif produk. Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang mengutamakan harga terendah demi “mengamankan” sisa masa kedaluwarsa, jelas melanggar prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas PBJ negara.”

BEM Nusantara Jambi Mendesak Tiga Pilar Pengawasan untuk Bertindak dan masyarakat mengawal :

1. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci, Mendesak penggunaan Fungsi Pengawasan (Hak Angket/Pansus) untuk segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan, mengaudit alokasi anggaran, dan menelusuri motif di balik pengadaan obat near-expired.

2. Inspektorat Kabupaten, Segera lakukan Audit Investigatif Khusus untuk menelusuri seluruh dokumen pengadaan obat-obatan periode 2023-2025, khususnya terkait kesesuaian harga, kualitas, dan masa kedaluwarsa barang yang diterima.

Baca Juga :  Catatan Ketika Kampanye di Kampus

3. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, Diminta untuk turun tangan melakukan Audit Kepatuhan dan Audit Khusus Kerugian Negara terhadap proses PBJ di Dinkes Kerinci.

4. Seluruh elemen masyarakat untuk mengawal dan berhati – hati saat menerima obat atau mengecek terlebih dahulu masa kedaluwarsa obat yang diberikan.

Landasan Hukum dan Dasar Kajian :

1. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/238/2017 tentang Kriteria Batas Kadaluwarsa Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan.

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

3. Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
4. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
5. Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : Fadhil

Editor : Hesty

Berita Terkait

Menerka Karakter Manusia Kerinci
PERMAHI Desak Pemerintah Cabut Izin Korporasi dan Blokir Sertifikat Pemilik Lahan yang Terbakar.
HIMSAK mendesak Kapolda dan Danrem untuk turun dari jabatannya karna tidak ada penyelesaian kabut asap di provinsi Jambi
‎Asap Kian Pekat di Kerinci dan Sungai Penuh, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Daerah Terapkan PJJ
Himsak Kecam Gubernur Jambi: Jangan Sulap Bencana Menjadi Laporan Pencitraan di Hadapan Presiden
Menagih Komitmen Tata Kelola Lingkungan di Mendalo Darat
Selamat Jalan H. Bakri: Jambi Kehilangan Putra Terbaik, IKAMI Kehilangan Sosok Pengayom
LBH NADI Perkuat Sinergi dengan BNNP Jambi, Soroti Modus Baru “Pod Getar” dan Dorong Penguatan Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB