Integrasi Budaya dan Syiar Islam dalam Tradisi Kerinci serta Konsep Martabat Tujuh

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Safwandi., Dpt (Sekjend Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci)

KERINCI , Porosjambimedi.com – Budaya dan syiar Islam merupakan dua unsur yang saling menguatkan. Budaya berfungsi sebagai wadah yang mengekspresikan nilai-nilai Islam melalui seni, tradisi, adat, dan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, syiar Islam adalah upaya penyampaian dan penyebaran ajaran Islam kepada masyarakat. Integrasi keduanya tampak dalam berbagai bentuk, seperti seni kaligrafi, arsitektur masjid, hingga metode dakwah berbasis kearifan lokal.

Meskipun demikian, umat tetap perlu membedakan antara ajaran syariat yang bersifat prinsip dan elemen budaya yang boleh selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Di Kerinci, nilai-nilai Islam disampaikan melalui Petatah-Petitih (Kato Adat), salah satunya ungkapan:

“Muresap pado tap patalo bumi, muresap pado tujuh tap patalo langit.”

Pepatah ini merujuk pada konsep Martabat Tujuh, suatu kerangka filsafat ketuhanan yang berasal dari ajaran Imam Muhyiddin Ibn Arabi (w. 1240 M). Dalam ajaran ini, Allah menampakkan diri-Nya dalam tujuh martabat atau tingkatan wujud.

1. Martabat Ahadiyah

Disebut juga lâ ta’yun atau al-ilthlâq, yaitu martabat Dzat yang mutlak dan suci dari segala sifat dan ikatan. Inilah puncak kemurnian keberadaan, di mana tidak ada martabat di atasnya.

Baca Juga :  Longsor dan Pohon Tumbang di Jalur Sungai Penuh–Tapan, Akses Truk Masih Terhambat , ini Himbauan Polres Kerinci

2. Martabat Wahdah

Merupakan Ta’yun Awwal, yaitu pengetahuan Allah tentang Dzat, Sifat, dan seluruh makhluk dalam bentuk global tanpa perbedaan. Disebut pula Haqiqah Muhammadiyah.

3. Martabat Wahidiyah

Disebut Ta’yun Tsani, yaitu pengetahuan Allah secara rinci tentang makhluk, sifat dan pembeda di antara mereka. Martabat ini dinamakan juga Haqiqah Insaniyah.

Ketiga martabat awal ini masih berada dalam wilayah Ilmu Allah dan belum memasuki ranah penciptaan.

4. Martabat ‘Alam al-Arwah

Merupakan alam ruhani, sederhana, dan tidak tersusun, yang menjadi awal manifestasi makhluk.

5. Martabat ‘Alam al-Mitsal

Alam yang lebih halus, tersusun namun tidak menerima pemecahan atau perbedaan bagian secara fisik.

6. Martabat ‘Alam al-Ajsam

Alam jasmani, alam fisik yang dapat dibagi, dibedakan, dan tampak secara nyata.

7. Martabat al-Insan

Martabat puncak manifestasi, di mana seluruh martabat sebelumnya berkumpul. Martabat ini paling sempurna terwujud pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai Khatam an-Nabiyyin.

Baca Juga :  Kumpulan Doa untuk Orang Tua yang Telah Wafat Beserta Waktu Mustajab Membacanya

Ajaran Martabat Tujuh memegang peranan penting dalam proses Islamisasi di Nusantara, (khususnya di Kerinci), terutama melalui ulama sufi yang mengembangkan tasawuf falsafi.

Namun, ketika kolonialisme Belanda di Indonesia dan Inggris di Malaysia mulai menguat, ajaran ini perlahan memudar. Pengaruhnya digantikan oleh tasawuf ‘amali ala Imam Al-Ghazali yang lebih menekankan aspek syariat. Karena itu banyak pesantren kemudian melarang pengajaran Martabat Tujuh, meskipun ajaran ini telah berhasil memperteguh aqidah dan tauhid masyarakat pada masa awal penyebaran Sempurnanya Syariat Islam di Bhumi Sakti Alam Kerinci.

Editor : Hesty

Sumber Berita : Pribhumi.com

Berita Terkait

Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Tinjau Pelaksanaan OMI Hari Terakhir, Kakan Kemenag Pastikan OMI Kabupaten Kerinci Berjalan Lancar
Buka OMI 2026, Kakankemenag Kerinci Dorong Peserta Tampil Maksimal hingga Tingkat Nasional
Dua Ekor Beruang Masuk Ladang dan Merusak Tanaman Warga di Kerinci, Warga Resah
Kemenag Kerinci Buka Peluang ASN Lanjut S1, 38 Pegawai Ikuti Sosialisasi Program Pendidikan
Jelang Manasik RA, Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan dan Perkuat Kegiatan Islami
Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah, Kemenag Kerinci Gelar Bimbingan Perkawinan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB