Gelar Seminar Adat 10 Malam, LAM Kerinci Apresiasi Lembaga Adat Desa Pendung Hiang

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POROS, SUNGAI PENUH – Lembaga Adat Desa (LAD) Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Pada Tahun ini kembali Menggelar Seminar Adat. Adapun Tema Seminar yang digelar kali ini ialah “Menggali Adat Lamo Pusako Usang”.

Sofyan Harun, Ketua LAD Pendung Hiang mengatakan, bahwa kegiatan Seminar Adat ini sudah berjalan selama 5 Tahun, dan Kedepan, kegiatan yang bersipat pemberdayaan dan pelestarian terhadap Adat lamo Pusako usang di Desa tersebut akan tetap terus dilaksanakan.

Seminar Adat, Lembaga Adat Desa Pendung Hiang

Pada Acara pembukaan seminar Adat yang berlangsung di Umah Gedang Desa Pendung Hiang, Sabtu (12/7), Ketua LAD menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Pendung Hiang, Khususnya Kepala Desa yang telah sejak lama menaruh perhatian terhadap LAD Pendung hiang, dan mengambil langkah serta kebijakan dalam memberdayakan Lembaga Adat yang ada di Desa Pendung Hiang.

Sementara itu, Mutakin, Selaku Kepala Desa Pendung Hiang Pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa dirinya sangat berharap kepada seluruh kelembagaan-Kelembagaan yang ada di Desa Pendung Hiang untuk saling bersinergi, dan saling bahu membahu agar percepatan pembangunan di Desa Pendung Hiang dapat tercapai dengan baik.

“Apa bila Kaum Adat, Alim ulama, Pemuda dan juga pemerintah Desa sudah bermufakat, maka pembangunan di Desa kita akan dapat terwujudkan”.

Begitu juga dengan persoalan-persoalan lainnya, harus tetap dengan bermusyawarah agar menemukan kata mufakat.

“Bulat ayi dek pamuluh, bulat kato karno adonyo mufakat. Tiado keruh yang takkan bisa dijernihkan, dan tiado kusut yang tak dapat di usaikan. Insya Allah.. dengan saling bekerjasama, setiap persoalan akan dapat pula kita selesaikan secara bersama”. Terang nya dengan selingan petatah-petitih Adat kerinci.

Selain itu, Kepala Desa (Kades) Pendung Hiang, Mutakin juga menyampaikan bahwa pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemdes Pendung Hiang terhadap keberadaan LAD sebelumnya tidak hanya dengan menggelar Forum seminar Seminar Adat saja, tetapi juga diberikan Honor dan tunjangan serta stelan baju untuk para Pemangku Adat.

“Selain itu juga dilaksanakan seminar Tata cara Memandikan jenazah”. Sebut Mutakin.

Disisi lain, Safwandi., Dpt. Yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) Lembaga Adat Melayu (LAM) Kerinci yang di undang oleh LAD Pendung Hiang sebagai Narasumber, pada pembukaan seminar Adat mengatakan, bahwa sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah dalam melestarikan Adat lamo pusako usang dengan segala khazanahnya. Dan apa yang dilakukan oleh Pemdes Pendung Hiang ini perlu untuk dicontoh oleh Desa-Desa lain yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota sungai penuh. Sekjend LAM Kerinci juga menegaskan  bahwa Adat di Bumi Sakti Alam Kerinci tidak terpisah secara wilayah Administratif.

Baca Juga :  Makhluk Gaib Penunggu Hutan Kerinci yang sering “mengalimun” penduduk tanpa jejak

“Adat kito kinci tetap satu, Kadateh sapucuk, kabawah saurat tunggal. Secaro jatinyo Dak ado Adat Kota Sungai Penuh, dak ado Adat Kabupaten Kerinci.  Terkecuali Adat Kerinci. Ini kami buktikan dengan adanya Depati Duo Ninek Rawang (Kota Sungai  Penuh) di kepengurusan LAM Kerinci, yaitu pada komposisi Majelis Permusyawaratan Adat (MPA) Yang merupakan Majelis tertinggi. “Itu yang kami sebut sebagai Pemangku Adat/Depati Jati”.

“Kades kayo Pendung Hiang ini luar biaso. Nyato bahwasonyo beliau peduli dengan Adat dan Limbago nyo. Rasonyo belum ado Dusun lain yang ado di kabupaten kerinci maupun kota Sungai Penuh yang menggelar seminar Adat sampai dengan 10 malam. Kalaupun ado paling 3 malam. Kami sangat mengapresiasi itu, dan Ini perlu di contoh oleh Dusun-Dusun lain”. Sebut Sekjend LAM Kerinci dengan dialeg lokal.

Pada permulaan penyampaian isi seminar, Safwandi., Dpt juga menyampaikan, bahwa dirinya tidak ingin disebut sebagai pemateri, apalagi dianggap sebagai guru, mengingat para peserta yang secara umum adalah para “Tetua Dusun” yang juga merupakan para Pemangku Adat, terdiri dari Depati dan Ninik Mamak.

“Kami ini umur belum lagi setahun jagung, darah belum setampuk pinang. Bagaimano mungkin hendak mengajarkan buayo menyelam, mengajarkan burung tirebang. Kehadiran kami disini dalam memenuhi undangan kayo adalah silaturahiem dan saling berdiskusi. Justru Kami yang mudo inilah yang perlu banyak batuik sarato batanyo kepado kayo yang Tuo-Tuo” kata Sekjend LAM Kerinci, Safwandi.,Dpt.

Dalam seminar Adat yang berlangsung itu, Safwandi., Dpt menyampaikan banyak hal berkenan dengan Adat lamo pusako usang. Diantaranya Mengenai Lembaga Adat dan Limbago Adat, dan diselanya diisi dengan diakusi dan tanya jawab.

Dalam penyampaian, Safwandi.,Dpt. juga mengingatkan, bahwa Gelar SKO bagi Depati, Ninik Mamak dan para Pemangku Adat tidak hanya sekedar untuk di sandang, apalagi hanya untuk kebanggaan, tapi lebih dari itu.

“Pemangku Adat seumpamo kayu gedang tempat busanda, Daunnyo rimbun tempat buteduh di waktu kepanasan”. Artinya, Para Pemangku Adat adalah tempat sandaran dan juga naungan bagi anak buah anak kemenakan saat mendapatkan masalah”.

Baca Juga :  Tragedi Terbesar dalam Sejarah Pers: 257 Jurnalis Tewas dalam Serangan Israel

“Nak jadi Pemangku Adat mesti cerdik biang pari.
Nak Nyaring kukuk, artinyo padek bakato, Pandai pulo menangkap kias, karno Adat itu penuh dengan kiasan (Perumpamaan). Uhang Adat dan Duduk Adat mesti berbahaso Adat. Kok keruh dapat menjernihkan, kok silang pandai mematutkan. Nak pandai galo”. Katanya.

Pada kesempatan itu Sekjend LAM Kerinci juga mengatakan, bahwa LAM Kerinci saat ini terus gencar melakukan kegiatan sosialisasi berkenaan dengan Adat lamo Pasko usang kepada seluruh tingkatan yang ada di tengah masyarakat Kerinci, agar Adat di Kerinci tetap lestari.

Tak hanya itu, LAM Kerinci juga meneruskan langkah yang telah dibuat oleh LAM Provinsi Jambi dalam menjalin kerjasama dengan Lembaga-Lembaga Formal yang ada pada tingkat Provinsi Jambi, untuk selanjutnya diteruskan oleh LAM Kerinci dengan menjalin kerjasama Stake Holder di kabupaten Kerinci.

Sekjend LAM Kerinci ini juga menerangkan, bahwa LAM Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Datuk H. Hasan Basri Agus (HBA) dengan Gelar SKO Datuk Tumenggung Putro Jayodingrat Sangat berkomitmen untuk melestarikan Adat lamo Pasko usang di setiap Daerah-Daerah yang ada dalam wilayah Provinsi Jambi.

“Soal bagaimano ICO PAKAI, tentu itu dikembalikan kepado Adat kito masing-masing. Karno lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang, lain Adat lain pulo ico pakai nyo. Dan LAM Provinsi sangat-sangat menghargai itu” Tegas Sekjend LAM Kerinci, Safwandi., Dpt. Gelar Ninik Mamak Kepalo Sembah – Semurup.

Foto bersama Lembaga Adat Desa Pendung Hiang, Kepala Desa, dan Sekjend LAM Kerinci usai mengikuti acara seminar Adat

Merasa tidak cukup waktu untuk berdiskusi dengan Narasumber, Pada penutupan Seminar Ketua LAD Pendung Hiang, yang juga disetujui oleh para peserta seminar lain meminta agar pada seminar malam berikutnya, Sekjend LAM Kerinci ini masih berkenan untuk memberikan pencerahan dan penyegaran yang disebutnya sebagai tataran forum diskusi dan silaturahmi dengan LAD Pendung Hiang.

 

Penulis : Deo

Berita Terkait

Desa Pondok Agung Petakan Persoalan Warga, Pemenuhan Hak Dasar Jadi Prioritas
Gelar Bimwin Gelombang II Tahun 2026, Kemenag Kerinci Dorong Catin Siapkan Diri Menuju Keluarga Sakinah
Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE
Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE
PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital
Wako Alfin Sambut Hangat Atlet Berprestasi, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Beasiswa dan Penghargaan
Tinjau Pelaksanaan OMI Hari Terakhir, Kakan Kemenag Pastikan OMI Kabupaten Kerinci Berjalan Lancar
Deteksi Dini TB Diperkuat, Puskesmas Sungai Penuh Gelar Tracing Terintegrasi CKG di Amar Sakti
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB