POROS, PALESTINA – 9 April, 15.00 WIB.
Sebuah basis data publik yang dirilis oleh tim Zionism Observer melalui akun Instagram @receipts_lol mengungkap bahwa 257 jurnalis telah tewas dalam kurun 550 hari terakhir di wilayah Gaza, Tepi Barat, Suriah, dan Lebanon akibat serangan Israel. Jumlah ini disebut sebagai pembunuhan massal jurnalis paling mematikan dalam sejarah dunia modern.
Data tersebut dipublikasikan melalui laman [StopMurderingJournalists.com](https://www.stopmurderingjournalists.com), sebuah alat dokumentasi dan akuntabilitas yang dapat diakses gratis oleh publik. Situs ini mencatat nama, lokasi, dan kronologi kematian para jurnalis dengan tujuan memastikan agar mereka tidak dilupakan dan untuk mendorong penegakan keadilan.
Lembaga Palestinian Journalists’ Syndicate (PJS) turut merespons situasi ini dengan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel yang menyasar para pekerja media. Dalam pernyataan resmi, PJS mengutuk serangan terbaru yang terjadi di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di mana pasukan Israel menyerang tenda tempat para jurnalis berlindung. Serangan tersebut menewaskan dua jurnalis Palestina, yaitu Ahmad Mansour dan Hilmi al-Faqaawi, serta melukai sembilan lainnya—termasuk enam dalam kondisi kritis.
Menurut PJS, tindakan ini adalah bentuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan prinsip perlindungan jurnalis di wilayah konflik. Mereka juga menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap insan pers dan menuntut penyelidikan internasional atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.
Sebagai perbandingan, selama Perang Irak yang dimulai pada 2003, tercatat 76 jurnalis tewas hingga 2024. Perang Dunia II, meskipun tidak memiliki data pasti, juga menyebabkan kematian sejumlah jurnalis, namun jumlahnya tidak sebesar yang terjadi dalam konflik Israel-Palestina saat ini.
Hingga detik ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel menanggapi data maupun tudingan yang dilayangkan oleh PJS dan organisasi jurnalis lainnya.
Penulis : Arya
Sumber Berita : WAFA, Eramuslim, PJS















