JAMBI, Porosjambimedia.com– Kasus hilangnya Kenzie Alfarezi, bocah asal Kabupaten Bungo yang raib sejak 1 September 2022, kembali menjadi perhatian publik. Perkembangan ini muncul setelah polisi menemukan seorang balita yang sebelumnya diculik di Makassar dan ternyata berada di Kabupaten Merangin, Jambi.
Keberhasilan pengungkapan kasus penculikan balita di Makassar itu membuat masyarakat kembali menyoroti hilangnya Kenzie. Bahkan, lini masa media sosial dipenuhi unggahan yang mengaitkan kasus tersebut dengan keberadaan seorang anak dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang dinilai memiliki kemiripan dengan Kenzie.Berbagai dugaan mulai bermunculan dan viral di dunia maya.
Menanggapi ramainya isu tersebut, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan secara menyeluruh. “Kami telah membentuk tim khusus yang bekerja sesuai fungsi masing-masing. Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa anak yang beredar di media sosial itu bukan Kenzie,” tegasnya pada Senin, 17 November 2025.
Ia menambahkan, tumenggung dari kelompok SAD juga sudah memberikan keterangan resmi bahwa anak yang dimaksud bukanlah Kenzie. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam menyebarkan informasi. “Kami mengimbau agar unggahan yang menyebutkan anak SAD mirip Kenzie segera dihapus. Keluarga Kenzie merasa terganggu dengan beredarnya kabar tersebut,” ujar AKBP Natalena.
Kenzie dilaporkan hilang pada 2022 lalu di Dusun Pasar Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, saat sedang bermain di halaman rumah. Sang ibu berada tidak jauh dari lokasi karena tengah berjualan di warung depan rumah. Seorang warga sempat melihat seorang pria membonceng Kenzie dengan sepeda motor, namun saat itu saksi mengira orang tersebut adalah kerabat keluarga.
Hingga kini, keluarga masih berharap Kenzie dapat ditemukan, sementara polisi terus melakukan pendalaman agar kasus yang sudah berlangsung tiga tahun ini dapat segera terungkap. (Hst)
Sumber Berita : Jambiindependent.co.id















