Porosjambimedia.com – Peluncuran Call of Duty: Black Ops 7 memantik gelombang diskusi panas di kalangan gamer. Bukan soal grafis atau cerita, tetapi karena satu keputusan desain yang dianggap paling mengganggu: mode kampanye kini berjalan secara always online dan tidak menyediakan fitur jeda.
Dalam edisi terbaru seri penembak terkenal ini, mode cerita hanya dapat dimainkan ketika pemain terhubung ke internet. Dampaknya, tombol ‘pause’ tidak lagi membuat permainan berhenti, sehingga aksi dalam game tetap berlangsung meskipun pemain ingin rehat sejenak.
Kondisi ini membuat banyak pemain frustrasi. Jika mereka menerima telepon atau harus meninggalkan perangkat, karakter bisa langsung tersudut atau terbunuh karena musuh tetap menyerang. Satu-satunya cara aman adalah bersembunyi terlebih dahulu sebelum berhenti bermain.
Meski demikian, beberapa ulasan menganggap mekanik baru ini masih bisa ditoleransi. Summer Doster dari GameSpot menilai bahwa sistem checkpoint cukup ramah pemain. “Saya jarang harus mengulang misi terlalu jauh ketika berhenti mendadak atau terjebak di bagian yang sulit,” tulisnya.
Tak hanya soal jeda, komunitas juga gaduh membahas penyesuaian aim-assist. Bantuan bidikan dianggap lebih lemah dibanding versi beta, memecah opini pemain. Ada yang memuji karena permainan menjadi lebih menantang, namun sebagian besar meminta agar Treyarch melakukan penyetelan ulang karena dinilai mengurangi kenyamanan.
Perdebatan terkait perubahan aim-assist memuncak di forum Reddit dan X, menandai betapa pentingnya presisi kontrol dalam game kompetitif seperti Call of Duty.
Call of Duty: Black Ops 7 kini tersedia untuk PC, PlayStation 4 & 5, Xbox Series X|S, Xbox One, serta dapat dimainkan langsung oleh pelanggan Xbox Game Pass Ultimate.
Pemain juga sudah dapat menjelajahi mode multipemain, mempersiapkan progres untuk Season 1, dan menghadapi berbagai tantangan lanjutan yang ditawarkan. (Hst)
Sumber Berita : Jambiindependent.co.id















