Prabowo Pastikan Pemerintah Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun: “Kita Mampu dan Bertanggung Jawab”

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Ia menyatakan, proyek kerja sama Indonesia–Tiongkok itu akan terus berjalan dan tidak menjadi beban negara.

“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun,” ujar Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Menurut Kepala Negara, dana pembayaran utang tersebut telah disiapkan, dan sebagian berasal dari hasil penghematan serta pemberantasan korupsi di pemerintahan.

“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi setelah diambil negara saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk rakyat semua,” tegasnya.

Fokus Manfaat: Mengurangi Macet dan Polusi

Presiden Prabowo juga meminta masyarakat untuk tidak hanya menilai proyek KCJB dari sisi untung rugi secara finansial, melainkan dari manfaat sosial dan ekonomi yang diberikan.

Baca Juga :  SIENA Anak Marshanda : “Aku Cuma Butuh Ibu yang Selalu Ada”

“Manfaatnya, mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan. Ini semua harus dihitung,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Whoosh membawa dampak besar terhadap efisiensi transportasi dan konektivitas antara Jakarta dan Bandung, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Simbol Kerja Sama Indonesia–Tiongkok

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil alih penuh tanggung jawab atas proyek Whoosh, sekaligus menjaga hubungan baik dengan mitra Tiongkok.

“Ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok. Jadi sudahlah, saya sudah katakan Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Tidak usah ribut, kita mampu, dan kita kuat,” tegasnya.

Latar Belakang: Utang dan Kerugian Konsorsium KCIC

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) dijalankan oleh konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang terdiri atas KAI, Wika, Jasa Marga, dan PTPN VIII. Berdasarkan laporan keuangan semester I tahun 2025 (unaudited), PSBI mencatat kerugian sebesar Rp 1,625 triliun, setelah sebelumnya menanggung rugi Rp 4,195 triliun sepanjang tahun 2024.

Baca Juga :  Kapal Nelayan China Diamankan di Perairan Jepang, Potensi Gesekan Diplomatik Meningkat

Dengan rata-rata 365 hari per tahun, kerugian proyek tersebut setara dengan sekitar Rp 11,49 miliar per hari.

Porsi saham terbesar PSBI dipegang oleh PT KAI (58,53%), disusul Wika (33,36%), Jasa Marga (7,08%), dan PTPN VIII (1,03%).

Kebijakan Pemerintah: Pembiayaan Bertahap dan Transparan

Pemerintah berkomitmen menanggung kewajiban utang Whoosh secara bertahap hingga lunas, tanpa menambah beban fiskal. Pembayaran Rp 1,2 triliun per tahun tersebut akan dimasukkan dalam rencana anggaran jangka menengah nasional (RPJMN).

“Kita tanggung jawab. Pemerintah hadir untuk memastikan proyek strategis ini tetap berjalan dan bermanfaat bagi rakyat,” tutup Presiden Prabowo. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB