Porosjambimedia.com — Sebuah pesawat JetBlue Airways jenis Airbus A320 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Tampa, Florida, Amerika Serikat, setelah mengalami gangguan kendali penerbangan pada Kamis (30/10/2025) waktu setempat.
Menurut laporan CNN International, insiden ini terjadi saat penerbangan JetBlue 1230 sedang dalam rute dari Cancún, Meksiko, menuju Newark, New Jersey. Sekitar pukul 13.48 waktu setempat, pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 100 kaki (30 meter) hanya dalam tujuh detik sebelum akhirnya berhasil distabilkan kembali dan dialihkan ke Tampa.
Data penerbangan dari FlightRadar24 mengonfirmasi adanya penurunan mendadak tersebut, yang kemudian diikuti oleh keputusan pilot untuk melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Pilot Laporkan Gangguan Kendali Penerbangan
Dalam komunikasi radio yang terekam oleh LiveATC.net, pilot melaporkan kepada pengendali lalu lintas udara bahwa pesawat mengalami “flight control issue” atau gangguan pada sistem kendali penerbangan.
Federal Aviation Administration (FAA) mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan menyatakan tengah melakukan penyelidikan. Sementara National Transportation Safety Board (NTSB) juga telah menerima laporan, namun penyelidikan resmi belum dimulai.
Sebagai informasi, Airbus A320 menggunakan sistem fly-by-wire, yaitu sistem kendali digital yang mengandalkan komputer untuk meneruskan perintah dari pilot ke komponen mekanis pesawat. Meski teknologi ini dikenal aman, gangguan teknis terkadang dapat memicu penurunan kendali mendadak seperti yang terjadi pada penerbangan ini.
15 Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit
Juru bicara Tampa Fire Rescue, Vivian Shedd, mengatakan bahwa 15 hingga 20 penumpang mengalami cedera akibat turbulensi dan guncangan mendadak selama insiden.
“Sebagian besar mengalami luka ringan. Tidak ada yang mengalami cedera serius atau mengancam jiwa,” jelasnya.
Pihak rumah sakit St. Joseph’s Hospital di Tampa menyebut, dua anak-anak dan 12 orang dewasa sempat dirawat dan kini telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, JetBlue menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama penuh dengan FAA dan Airbus untuk mengidentifikasi penyebab teknis gangguan. Maskapai juga memastikan bahwa seluruh penumpang sudah mendapatkan penanganan medis dan akomodasi lanjutan. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















